SELATPANJANG, GORIAU.COM - Kalau tak ada aral melintang besok, Selasa (24/6/2014) 5 unit mesin berdaya 5 Mega Watt akan berangkat dari Batam menuju ke Selatpanjang. Penambahan 5MW ini bisa membuat listrik di Kepulauan Meranti surplus 2 MW.
Demikian disampaikan Majener PLN Ranting Selatpanjang, Doddy Prariady, ketika dikonfirmasi GoRiau.com, Senin (23/6/2014) pagi itu.
Kata Doddy, berdasarkan informasi yang Ia terima dari kontraktor, bahwa Selasa pagi itu mesin yang sudah sepekan lebih tiba di Batam akan dibawa ke Selatpanjang. Sebelumnya mesin ini tidak bisa dibawa karena terkendala administrasi di Batam.
"Kata kontraktornya hari ini (Senin, red) semua administrasinya telah selesai, besok sudah bisa dibawa ke Selatpanjang," kata Doddy menjawab GoRiau.com.
Doddy juga mengatakan dalam waktu tiga hari kedepan sejak pengiriman mesin tersebut, bisa sampai ke Selatpanjang dengan catatan perjalanan lancar. Sementara untuk instalasi mesin baru hingga bisa mengaliri ke pelanggan setidaknya membutuhkan waktu seminggu lebih.
"Untuk instalasi hingga bisa dialiri membutuhkan waktu sekitar semingguan, dan akan surplus sebesar 2 MW nantinya," kata Doddy.
Namun, untuk kondisi saat ini memang masih ada pemadaman 3:1 sebab PLN defisit daya sebesar 1,8 MW, sebab sebanyak 4 mesin saat ini mengalami kerusakan diantaranya 1 unit mesin Pemda, 2 unit mesin sewa PLN dan satu unit mesin PLN.
Kerusakan sendiri yang terjadi pada mesin Pemda yakni, filpam dan kerusakan lainnya. Sementara pada mesin sewa PLN terjadi kerusakan silinder head dan turbo dan pada mesin PLN terjadi kerusakan yang saat ini masih dalam penanggulangan.
"Mesin kita saat ini daya mampu sebesar sekitar 7,5 sampai 7,8 MW saja. Kita memberlakukan pemadaman tiga hari hidup satu kali mati secara bergiliran di sejumlah wilayah di Selatpanjang dan sekitarnya," bebernya.
Pada lain kesempatan, Bupati Kepulauan Meranti, Drs Irwan MSi menegaskan bahwa pihaknya mengharapkan PLN dapat melaksanakan komitmennya untuk mengatasi krisis listrik di Selatpanjang. Aapalagi pihak PLN sendiri sudah berjanji sejak awal juni listrik bisa surplus.
"Tapi kenyataannya saat ini listrik masih krisis. Kita mau PLN tidak terus berbohong untuk mengatasi krisis listrik di Selatpanjang dan sekitarnya," kata Irwan, Kamis (19/6/2014) yang lalu.
(zal)