RANGSANG BARAT, GORIAU.COM - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti berkomitmen untuk memperhatikan pembinaan terhadap mental dan spiritual masyarakat melalui berbagai kegiatan keagamaan sebagai upaya membangun masyarakat di daerah ini. Pembinaan ini dinilai penting disamping pembangunan fisik dan ekonomi yang terus digesa Pemkab yang baru seumur jagung ini.

"Kehidupan Islami perlu kita tingkatkan di daerah ini, kegiatan seperti ini akan sangat didukung dalam rangka meningkatkan kualitas spiritual. Pemerintah tidak hanya memberikan perhatian dalam bentuk fisik dan ekonomi tapi juga meningkatkan pembinaan mental dan spriritual masyarakat," ujar Bupati Kepulauan Meranti, Irwan Nasir, Selasa (5/1/2013) saat menghadiri perayaan Maulid Nabi Muhammad Saw, sekaligus peresmian Surau dan lembaga pendidikan agama Al Huda di Desa Segomeng, Kecamatan Rangsang Barat.

Hadir mendampingi bupati, Ketua DPRD Kepulauan Meranti, Hafizoh, aggota DPRD Falzan Surahman, Kacabjari Selatpanjang, Soni Adhyaksa, Asisten Bidang Pemerintahan, Iqaruddin, Kepala Dinas Pertanian, Yulian Norwis, Kepala BLH, Bambang Suprianto, Kebag Kesra Setdakb Kepulauan Meranti, Ahmad Yani, Kabag Humas Yulizar Mahamin, Kabag Ekonomi Edi Aprizal beserta sejumlah pejabat lainnya.


Orang nomor satu Kepulauan Meranti itu juga menjelaskan, untuk memperlancar semua program kerja Pemkab dilakukan pembagian tugas antara dirinya dan wakil bupati. Untuk pembinaan mental dan spiritual masyarakat melalui kegiatan keagamaan dikerjakan oleh wakil bupati.

"Hal ini bukan berarti antara bupati dan wakil tidak sejalan, tapi lebih pada memperlancar kinerja dengan pembagian tugas," ungkapnya. 
Ia juga mengaku momentum tersebut merupakan sesuatu yang istimewa, pasalnya Irwan pernah berniat pada saat peletakan batu pertama pembangunan suaru tersebut akan kembali lagi untuk meresmikannya. Waktu itu, Irwan masih menjadi calon bupati Kepulauan Meranti.

"Alhamdulilah, Allah mengabulkan niat saya untuk kembali kesini lagi," tutur Irwan yang juga menyantuni sejumlah anak yatim di desa ini, dan menyerahkan berbagai bantuan mulai dari Alquran, kain sarung dan baju muslim. Melalui Bagian Kesra Setdakab Kepulauan Meranti, Irwan juga menginstruksikan untuk memberikan bantuan uang sebesar Rp25 Juta untuk menyelesaikan pembangunan surau dan lembaga pendidikan agama Al Huda tersebut.

Saran Susilo, Ketua Lembaga Pendidikan Al Huda sekaligus Ketua Panitia kegiatan tersebut mengatakan pihaknya sangat berterimakasih atas bantuan yang diberikan oleh Pemkab Kepulauan Meranti. Ia berjanji segala bentuk bantuan dan perhatian akan dijaga dengan peningkatan kualitas mental dan spiritual masyarakat setempat, khususnya anak-anak sebagai generasi penerus.


"Kami mengucapkan terimakasih kepada Bupati beserta rombongan karena telah hadir. Begitu juga dengan bantuan dan perhatian yang diberikan. Insya Allah akan kami jaga," kata Saran.

Tradisi Berzanji dan Asraka Peringatan maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Seigomeng Kecamatan Rangsang Barat, berlangsung khidmat dan meriah. Kegiatan yang berlangsung di halaman Surau Al Huda ini selain diikuti oleh ratusan masyarakat juga diikuti oleh para siswa dan siswi baik tingkat SD, MTs maupun MA di desa tersebut.


Perayaan hari kelahiran junjungan umat muslim di desa tersebut memang terasa berbeda, dengan pembacaan kitab Berzanji dan Asrakal. Bupati Kepulauan Meranti, Irwan Nasir dan rombongan beserta ratusan masyarakat lain tampak khidmat mendengarkan tradisi melantunkan puji-pujian kepada Allah Swt dan Nabi Muhammad dengan nada tertentu itu.Bahkan tanpa dikomandoi Bupati Irwan beserta tamu undangan lain tampak berdiri pada saat asrakal mulai dilagukan diringi bunyian kompang, gendang dan berbagai jenis alat musik pukul lainnya dengan berbagai rentak dan irama.
Berzanji dan Asrakal sendiri merupakan tradisi masyarakat yang selalu dimainkan pada hari-hari besar termasuk dalam peryaan nikah kawin masyarakat Kepulauan Meranti. Tradisi ini sudah mulai pudar di Negeri Tanah Jantan ini, hanya tinggal sedikit saja kelompok masyarakat yang menguasai tradisi ini. Satu grup Berzanji dan Asrakal ini terdiri dari 10 hingga 15 orang, terbagi kedalam pembaca lantunan pujian dan para pemukul kompang dan gendang. (kpt/rls)