
DUMAI, GORIAU.COM - Beredar kabar adanya dana Bantuan Sosial (Bansos) yang diperuntukkan terhadap rumah ibadah seperti masjid dan musholla dan sejumlah tempat pendidikan seperti TPA, TPQ dan PAUD di ‘sunat’ oleh sejumlah oknum di Dumai ternyata cukup memiliki nilai yang bervariasi mulai Rp10 juta sampai Rp100 juta.
Ahmad Effendi, salah seorang anggota DPRD Dumai, kepada GoRiau.com Minggu (27/10/2013) menyebutkan dana Bansos Itu ada peraturan dari kepala daerahnya. Jumlahnya bervariasi antara Rp10 juta sampai Rp100 juta, tergantung pada kebutuhan yang diajukan rumah ibadah itu sendiri. Sementara ada kebijakan pemko untuk membantu lebih, sesuai dengan kondisi dan kebijakan."Masalahnya bukan jumlahnya berapa, tetapi masalahnya terdapat pada pertanggungjawaban penggunaan Bansosnya. Apakah sudah sesuai untuk peruntukkannya apa tidak..?,"sebutnya.Menurut Ahmad Effendi, kalau soal bansos bagi rumah ibadah, baik untuk Mushalla ataupun Masjid, sangat tidak wajar kalau dibatasi, karena masih banyak rumah ibawah yang memerlukan perhatian dan bantuan pemerintah."Terkait adanya indikasi penyimpangan, itukan sifatnya kasuistis, artinya itu tugas dan tanggungjawab pemerintah untuk membenahi baik teknis maupun administrasinya. Tidak berarti harus mengorbankan keseluruhannya." sebutnya.Yang jelas, kata Ahmad Effendi, pemerintah harus bersikap tegas, kalau ada penyimpangan harus segera ditindak sesuai aturan yang telah ada.Sementara untuk alokasi Bansos yang diusulkan oleh DPRD Dumaiu, kata Ahmad Effendi, tidak sama semua anggota dewan. Kalau sebagian besar alokasinya ke pembangunan fisik seperti jalan dan drainase, maka proporsi bansos hibahnya juga akan berkurang."Kalau masalah besaran masing masing dewan, datanya di Badan Anggaran, jadi saya tidak tahu masalah itu." ungkapnya.Dibeberkan politisi Partai PAN tersebut, usulan masing masing anggota DPRD sama, di APBD murni 2013, fisik dan non fisik Rp1,5 milyar. Tapi, usulan tinggal usulan, banyak alokasi yang dimainkan."Bansos saya untuk mesjid Al firman saja yang saya usulkan Rp.50 juta, bisa tinggal Rp.20 juta diterima pengurus mesjid. Saya sendiri juga binggung kenapa bisa demikian," katanya.Ahmad Effendi menyebutkan usulan untuk rumah ibadah yang dialokasikannya ke APBD murni 2013 keseluruhan sekitar Rp500 juta. Namun untuk realisasi apakah sesuai atau tidak dirinya tidak lagi mengetahui itu."Kalau saya rumah ibadah Rp500 juta, Bansos Sapi Qurban Rp150 juta, dan untuk pekerjaan fisik dan non fisi, RSUD Rp500 juta, pekerjaan fisik pada Dinas PU Rp.350 juta. Itu kira-kira, kalau datanya di Fraksi saya cuma sebatas usulkan saja karena udah males memantaunya." jelas anggota Fraksi PAN tersebut.(egy)