SIAK SRI INDRAPURA, GORIAU.COM - Jalan Lintas Timur Siak-Pelalawan sepanjang 6 kilometer di perbatasan Kota Pekanbaru, tepatnya di Kelurahan Sail, Kecamatan Tenayan Raya dengan Desa Meridan, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, kondisinya semakin parah. Padahal, jalan lintas penghubung antar kabupaten di Riau itu setiap hari dilewati ribuan kendaraan. Warga mendesak agar Pemprov Riau secepatnya mengaspal ruas jalan yang kondisinya semakin memprihatinkan itu.

Kamaruddin, salah seorang warga Kelurahan Sail yang tinggal di pinggir jalan Lintas Timur, mengaku kecewa dengan sikap pemerintah daerah yang terkesan tidak perduli dengan keadaan jalan. Buktinya, meski sudah bertahun-tahun ruas jalan itu rusak parah, namun sampai saat ini tidak terlihat upaya Pemprov Riau untuk memperbaiki. Padahal, jalan itu merupakan jalur lintas antar kabupaten, dimana setiap hari ribuan kendaraan melewati jalan itu.

"Saya asli sini, sudah bertahun-tahun jalan ini rusak, tapi sampai saat ini tak kunjung diperbaiki. Kalau kondisi jalan semakin parah dan sulit untuk dilewati, maka pihak perusahaan menimbun dengan tanah merah, kemudian dilapisi batu kerikil," kata Kamaruddin kepada GoRiau.com, Jumat (8/8/2014).

Ayah dua anak ini merasa khawatir tinggal di rumahnya, sebab jika musim kemarau, setiap hari dia dan keluarganya terpaksa makan debu. Kalau musim hujan, kondisi jalan menjadi licin dan berlumpur. Tak jarang, mobil yang memaksa melewati jalan itu terpeleset ke parit.

"Hujan kemaren juga ada mobil pribadi dari Siak menuju Pekanbaru yang masuk parit karena tergelincir. Tanah merah ini kan termasuk tanah liat juga, jika kena air jadi licin. Makanya, kalau hujan turun, antrian panjang melewati jalan yang belum diaspal sepanjang 6 kilometer ini," pungkasnya.

Hal senada juga disampaikan Ardi. Dia mengaku kesulitan jika melewati ruas jalan yang rusak dengan mengendarai sepeda motornya. Padahal, dua kali seminggu Ardi yang tinggal di Pekanbaru harus melewati jalan ini untuk pergi ke Siak.

"Apalagi kalau malam hari, dengan sepeda motor kita tak bisa memacu kendaraan, sementara situasi jalan sangat sepi. Kita takut juga kondisi jalan rusak ini digunakan untuk aksi kejahatan, untuk itu kita mendesak pemerintah daerah agar segera memperbaikinya," harap Ardi. (nal)