
RENGAT,GORIAU.COM - Tidak hanya menertibkan aksi balap liar dan kenakalan remaja, Lurah Pematang Reba bersama Bhabinkamtibmas serta Karang Taruna dan tokoh masyarakat setempat juga sweeping warung tuak dan biliar yang masih beroperasi selama Ramadan.
"Kegiatan ini kita lakukan guna memberantas penyakit masyarakat (pekat) yang akhir-akhir ini marak di Indragiri Hulu (Inhu), terutama di Kelurahan Pematang Reba, Kecamatan Rengat Barat, terutama saat bulan puasa ini," ujar Lurah Pematang Reba Suta Rama Admaja kepada GoRiau.Com, Selasa (23/6/2015) malam.
Dalam kegiatan kali ini, pihaknya memberikan peringatan kepada masyarakat yang membuka kedai tuak mereka untuk ditutup selama bulan puasa ini. Begitu juga dengan masyarakat yang memiliki usaha biliar.
"Kita mengingatkan agar mereka tidak lagi membuka warung tuak dan biliar selama bulan puasa dan hendaknya mereka bisa menghargai umat muslim yang saat ini tengah menjalankan ibadah Ramadan. Terlebih lagi beberapa warung tuak dan biliar yang kita datangi itu jaraknya cukup dekat dengan masjid", tutur Suta.
Pantauan GoRiau.Com, sedikitnya ada 4 warung tuak yang mereka datangi untuk diberi peringatan tutup selama bulan puasa ini. Yakni, 2 warung tuak yang berlokasi di pinggir Jalan Pematang Reba - Rengat atau Saumil dan 2 warung tua yang berada di kawasan Terminal Gerbang Sari Pematang Reba.
Selain itu, sedikitnya juga ada 4 tempat biliar yang mereka sweeping dan diminta untuk tutup selama Ramadan ini. Peringatan tutup tersebut juga dibarengi dengan penempelan surat peringatan yang disepakati oleh tokoh masyarakat dan tokoh agama serta puluhan pengurus masjid yang ada.
(jef)