AGAK ''menggelitik'' juga apa isi ancaman Plt Bupati Rohul Sukiman soal kompetisi Pilkades Rohul. Katanya bertegas-tegas tidak akan melantik Kades yang terlibat money politik (politik uang).

Sepertinya warning kepala daerah ini, baru terdengar. Karena persoalannya konteks politik uang dalam pertarungan Pilkada maupun Pilkades atau pun bentuk lain dalam upaya memenangkan pertarungan, ''aroma'' uang bukan lagi sesuatu pelanggaran keras yang patut ''diharamkan''. Malah secara transparan bahkan seperti sudah ''dihalal''kan. Bagaikan bermain sepakbola. Wasit tidak akan ''menyemprit'' permainan kasar lagi. .Seolah-olah ada pembenaran di situ.

Jika kita mau mengkilasbalik soal ''uang'' dalam kancah politik, fenomena tentang ''serangan fajar'' bukan lah sesuatu yang perlu lagi dipolemikkan. tidak ada lagi rahasia di balik rahasia. Semuanya terbuka secara terang-terangan dan transparan dan tak perlu pula harus ditutup-tutupi.

Bagi calon untuk memberi dan masyarakat untuk menerima sepertinya sudah ''biasa-biasa'' saja. Bukan sesuatu yang luar biasa. Sehingga, fenomna serangan fajar seolah bukan sebentuk strategi lagi. Artinya.., di siang hari pun terkadang serangan itu bsa saja akan terjadi.

Ancaman Bupati Rohul itu, hanya sekelumit rahasia yang terungkap nyata jika memang selama ini soal mengutak-atik uang dalam kancah pertarungan pemilihan kepala daerah memang nyata adanya. Jika hal ini disangkutpautkan dengan pertarungan Pilkada Pekanbaru dan Kampar setidaknya sinyalemen yang diungkap Bupati Rohul itu berkemungkinan bisa saja terjadi. Walaupun masalahnya masih masif. Belum hitam putih. Abu-abu.

Namun kita semua sepakat. Walaupun kejujuran mulai mengikis dan meng-erosikan konteks Pilkada yang hakiki yakni berani Jujur-Eksis dan Percaya akan kemampuan diri. Setidak-tidaknya soal politik uang bukanlah sebagai satu-satunya pilar untuk menuju kemenangan.

Uang memang bukan segala-galanya. Seperti fenomena yang berkembang saat ini ''Mana ada makan siang yang gratis''. Tetapi, dengan membiasakan budaya untuk mencapai maksud sesuatu harus dengan uang seharusnya mulai dihindari.

Artinya.., sosok uang itu relatif. Bisa bermanfaat dan bisa saja tak punya arti sama sekali. Bukan tidak ada calon yang sudah menghabiskan banyak uang. Ternyata gagal mencapai kemenangan. Bahkan, yang tak menggunakan uang pun terkadang bisa menang.

Ibarat pribahasa mngungkapkan ''Berharap panas hingga ke petang. Ternyata hujan ditengah hari''. Berharap uang bisa mencapai maksud. Tenyata uang pula yang menggagalkan maksud…!!!

Indra Sumana adalah wartawan senior, tinggal di Pekanbaru.