
BENGKALIS, GORIAU.COM - Kabupaten Bengkalis yang ikut ambil bagian di Riau Expo, menawarkan potensi yang dimiliki setiap kecamatan. Pasalnya setiap kecamatan memiliki potensi dan keunggulan yang berbeda-beda. Keikutsertaan Bengkalis ini diwakili oleh BPPT Bengkalis.
Keikutesertaaan BPPT Bengkalis pada Riau Expo yang dibuka resmi Gubernur Riau HM Rusli Zainal, Sabtu (8/9) malam, merupakan salah satu upaya dan bagian dalam mempercepat proses dan keberhasilan pembangunan di daerah ini. Terutama untuk mengajak para investor atau penanam modal agar mau ikut berparisipasi aktif dengan menanamkan modalnya di Kabupaten Bengkalis.
âDiharapkan para calon investor bukan saja dapat mengetahui dengan jelas tentang peluang investasi yang ada di Kabupaten Bengkalis secara luas. Tetapi juga dapat memperoleh informasi yang benar dan detil mengenai berbagai kemudahan yang akan diberikan Pemkab Bengkalis jika mereka mau menanamkan modalnya di daerah ini,â ujar Kepala BPPT Bengkalis H Umran memlalui Kabid Promosi dan Investasi, Johansyah Syafri.
Untuk itu, selama mengikuti Riau Expo, ujar johan, stand BPPT Bengkalis menyiapkan berbagai media informasi tentang peluang investasi di daerah ini. Baik itu dalam bentuk buku, leaflet maupun brosur. Mengenai informasi peluang investasi yang disajikan, Johan mengatakan sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) serta penetapan empat kawasan strategis pembangunan Kabupaten Bengkalis 2010-2015.
âSesuai penetapan Kecamatan Bengkalis-Bantan sebagai pusat pendidikan dan agrobisnis, peluang investasi yang kita informasikan adalah pengembangan Kota Bengkalis sebagai pusat pendidikan,â kata Johan lagi.
Sedangkan untuk Bukit Batu dan Siak Kecil yang ditetapkan sebagai pusat industri pelabuhan dan agroindustri, maka sambung Johan, rencana pengembangan kawasan industri Buruk Bakul menjadi peluang investasi yang ditawarkan.âAdapun Rupat dan Rupat Utara yang dijadikan sebagai pusat pariwisata dan agribisnis, potensi peluang investasi yang ditawarkan adalah pengembangan pulau Rupat sebagai daerah tujuan wisata. Sementara untuk Mandau dan Pinggir, yang ditetapkan sebagai kota transit dan petropolis, selain pengembangan pengelolaan air bersih, juga pembangunan pembangkit listrikâ, ujar Johan.
Ditambahkan Johan, usai pembukaan Riau Expo secara resmi oleh Gubri, stand BPPT Bengkalis langsung diserbu pengunjung. Tak hanya itu, sejumlah pejabat di lingkungan Pemprov dan Bupati Siak H. Syamsuar beserta istri Hj Misniarni Syamsuar, juga sempat singgah di stand BPPT Bengkalis.
Diantara pejabat Pemprov yang sempat singgah dan menikmati juadah dan minuman khas Kabupaten Bengkalis di stand BPPT diantaranya Sekretaris Daerah H. Wan Syamsir Yus. Begitu juga Bupati Siak dan istri. Kedatangan mereka, papar Johan, langsung disambut Ketua Dekranasda Bengkalis Hj. Romaini Herliyan yang usai acara pembukaan Riau Expo secara khusus berkunjung ke stand BPPT Bengkalis.
âSedangkan Gubri HM Rusli Zainal meskipun sudah dijemput untuk singgah, tidak bisa meninjau stand BPPT Bengkalis. Gubri hanya melihat-lihat dari luar stand saja. Hal ini bukan hanya di stand BPPT Bengkalis, namun di seluruh stand peserta Riau Expo,â tambah Johan.
Tidak singgahnya Gubri di seluruh stand peserta Riau Expo ini, disebabkan rangkaian acara pembukaan baru berakhir sekitar pukul 20.00 WIB. âMungkin karena waktu yang terbatas, sehingga Gubri memutuskan tidak singgah di stand-stand peserta Riau Expoâ, tutup Johan. (rls/jfk)