BENGKALIS - Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis kembali meraih prestasi pada program STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) tingkat Nasional. Peringkat ke 6 se-Indonesia yang diraih Bengkalis dalam update data STBM ini adalah pendekatan untuk merubah perilaku higienis dan saniter melalui pemberdayaan masyarakat dengan cara melakukan pemicuan.

Kordinator STBM tingkat Provinsi Riau, Agus Suprianto SKM memberikan apresiasi dan selamat atas kerja Tim STBM Kabupaten dan Puskesmas di wilayah Kabupaten Bengkalis yang bisa meraih peringkat 6 dari 20 Kabupaten/Kota teratas se Indonesia melalui pengiriman data via sms monitoring berbasis website STBM.

Yang mana penyelenggaraan sistem monitoring STBM berbasis web dan SMS sudah terlaksana di 34 Provinsi dan dengan jumlah Kabupaten sebanyak 504 di Indonesia tahun 2016.

Selanjutnya, Dinas Kesehatan Provinsi Riau melalui Kepala Seksi Penyehatan Lingkungan selaku pengelola Program STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) tingkat Provinsi Riau, Dewani SKM Mkes, juga memberikan apresiasi atas keberhasilan Kabupaten Bengkalis meraih prestasi tersebut.

"Peringkat ke 6 dari 20 Kabupaten teratas se-Indonesia itu sudah luar biasa. Prestasi Bengkalis ini dengan kategori laporan kemajuan akses sanitasi (jamban) melalui pengiriman data via sms monitoring berbasis website STBM Minggu-4 bulan Agustus 2016," ujarnya seperti yang dikutip GoRiau.com dalam rilis yang disampaikan Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis, Selasa (30/8/2016).

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Bengkalis, Mohammad Sukri saat dikonfirmasi GoRiau.com menceritakan pada bulan Maret 2016 lalu juga Bengkalis berhasil melaksanakan deklarasi stop buang air besar sembarangan di Desa Air Putih, Kecamatan Bengkalis.

"Yang mana tujuannya mendorong masyarakat membuat perubahan perilaku hidup sehat. Selain itu juga menimbulkan kesadaran individu atau masyarakat dengan menyentuh perasaan, pola pikir dan perilaku kebiasaan. Masyarakat dan pemerintah Desa harus berkomitmen bisa membudayakan perilaku stop buang air besar sembarangan dan memutus alur kontaminasi kotoran manusia sebagai sumber penyakit," paparnya.

Selain itu juga, keberhasilan kemajuan data akses jamban ini juga tidak lepas dari komitmen pemerintah Kabupaten Bengkalis. Dibuktikannya dengan adanya dukungan regulasi seperti instruksi Bupati Bengkalis 2015 dan 2016 tentang Sanitasi Total Berbasis Masyarakat, adanya sinergitas lintas sektor antara Pokja AMPI, Kabupaten Bengkalis, Tim STBM Dinas kesehatan Bengkalis, Seksi Kesehatan Lingkungan pada Bidang PMKL, fasilitator dan pengelola Program Kesehatan Lingkungan di UPT Puskesmas se Kabupaten Bengkalis, Camat, Lurah/Kades, masyarakat serta dukungan dari DPRD Bengkalis.

Ditambahkan Kepala Bidang PMKL Dinas Kesehatan Bengkalis, Irawadi, sistem monitoring. Dan evaluasi STBM ini dikembangkan dengan tujuan untuk memudahkan proses penyampaian data dari tingkat Desa/Kelurahan, Puskesmas, Kabupaten, Provinsi hingga tingkat nasional.

"Dalam hal ini sistem monitoring disiapkan dalam dua cara memasukan dan memperbaharui data, yaitu menggunakan website STBM dan menggunakan SMS. Sehingga data perkembangan sanitasi total berbasis masyarakat khususnya pilar 1 stop buang air besar sembarangan dapat terupdate dengan baik dan dapat dimanfaatkan untuk mengukur nikerja terhadap capaian target," imbuh Irawadi.

Bidang seksi Kesehatan Lingkungan Dinas Kesehatan bengkalis, Edi Sudarto yang juga sebagai kordinator monitoring dan evaluasi STBM tingkat Kabupaten menyampaikan bahwa Bengkalis menuju ke arah target akses sanitasi 100.000 pada tahun 2019 secara bertahap.

Sementara untuk pengembangan akases sanitasi berdasarkan website stbmindonesia.org pada akhir Agustus 2016 bahwa Kabupaten Bengkalis termasuk peringkat ke-2 tingkat Provinsi Riau dengan capai akses jamban 93,82 persen. (*/rha)