JAKARTA, GORIAU.COM - Elemen mahasiswa dari Pekanbaru yakni Badan Esekutif Mahasiswa (BEM) dan Pengurus Daerah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PD KAMMI) Riau bersama mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) melakukan aksi di depan gedung KPK, Jakarta, Senin (12/11/2012) pagi.

Koordinator Lapangan (Korlap) Nofri Andri Yulan kepada wartawan, Senin (12/11/2012) melalui pesan singkatnya mengatakan, bertujuan untuk memberi dukungan mendesak KPK agar segera menuntaskan kasus korupsi PON XVIII dan menetapkan Gubernur Riau jadi tersangka.

''Perguruan tinggi se-Pekanbaru berdemo ke KPK di Jakarta. Kami ingin mendesak penuntasan kasus korupsi PON dengan menetapkan Gubenur Riau Rusli Zainal jadi tersangka. Aksi yang kami lakukan bersama mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) di depan gedung KPK,'' kata Nofri.

Dikatakan, sebelum melaksanakan aksi di gedung KPK, massa yang berasal dari Riau mendatangi Wisma Nusantara dan menyampaikan tujuan kedatangan di Jakarta di salah satu stasiun televisi swasta. Kemudian dilanjutkan dengan aksi di bundaran HI Jakarta. Dan selanjutnya langsung menuju gedung KPK.

''Aksi semulanya berlangsung lancar dan aman, tiba-tiba menjadi tidak kondusif beberapa menit karena terjadi aksi dorongan dengan pihak keamanan yang melarang massa masuk ke dalam gedung KPK. Setelah negosiasi akhirnya beberapa perwakilan diperbolehkan masuk,'' katanya.

Lanjutnya, setelah beberapa menit kemudian itu, perwakilan mahasiswa keluar dengan raut kekecewaan karena di dalam gedung mereka tidak dipertemukan dengan pimpinan KPK melainkan pihak perwakilan humas KPK. Sehingga tidak menghasilkan apapun dari diskusi tersebut.

''Karena batal bertemu dengan pimpinan KPK, massa melanjutkan aksi di luar gedung dengan memberikan selebaran pernyataan sikap pada pengguna jalan. Selain itu melakukan aksi tidur di jalan gerbang gedung KPK. Dan pada intinya demo minta Rusli jadi tersangka," katanya. (rdi)