SIAK SRI INDRAPURA, GORIAU.COM - Belum setahun selesai dibangun pihak kontraktor, gedung asrama putri Madrasyah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendikia (IC) di Jalan Pemda Perawang, Kecamatan Tualang, Kabupatem Siak, Provinsi Riau, sudah retak-retak.

Sementara, puluhan pelajar putri yang setiap hari menghuni bangunan senilai miliaran itu mulai ketakutan, sebab semakin hari keretakan pada dinding bangunan sebelah barat itu semakin panjang.

"Iya bang, waktu baru masuk retaknya cuma bagian atas, sekarang kelihatanya bertambah panjang, takut juga kami yang tinggal di asrama ini," salah seorang pelajar yang tak mau namanya ditulis, Rabu (5/8/2015).

Menyikapi hal itu Kepala Kemen Agama Kabupaten Siak, Drs H Muharam, mengaku sudah mengetahui kondisi bangunan yang dikhawatirkan pelajar putri tersebut. Bahkan, pihaknya sudah melaporkan kepada Kantor Kementerian Agama Provinsi Riau di Pekanbaru.

"Kita sudah lapor ke Kanwil Pekanbaru terkait kondisi gedung asrama putri MAN IC yang retak-retak itu. Sebab Kanwil yang melelang pembangunan gedung itu," kata Muharam saat dihubungi GoRiau.com, Rabu (5/8/2015) sore.

Saat ditanya berapa anggaran bangunan asrama putri itu, Muharam mengaku tidak mengetahui dengan rinci.

"Dananya pakai APBN, dikerjakan dua tahap, tahun 2013 dan 2014. Berapa jumlah dan siapa kotraktornya, saya tak tahu, coba tanya ke Kanwil saja, sebab mereka yang melelang," jelas Muharam.

Dijelaskannya, tahun ajaran 2015/2016 merupakan angkatan pertama MAN IC menerima murid baru yang berjumlah 87 orang. 63 pelajar diantaranya warga Siak, sisanya ada yang berasal dari Jakarta, Sepong, Banten, Medan dan Anambas (Kepulauan Riau).

"Berapa jumlah pelajar putra dan putri saya lupa, ini masih dalam perjalanan. Intinya, asrama itu sudah dihuni pelajar putri yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia," jelasnya.

Kendati pembangunan semua gedung MAN IC di Perawang itu didanai melalui APBN, lanjut Muharam, namun pemerintah daerah Siak yang menyediakan lahan seluas 10 hektare, serta pembangunan sarana jalan, pagar dan lainnya sekitar Rp1,8 miliar dari APBD Siak.(nal)