SIAK SRI INDRAPURA, GORIAU.COM - Meskipun saat ini ada beberapa rintangan yang berarti terhadap masa tanam padi, terutama masalah pengairan sawah. Namun, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Siak berupaya meningkatkan produksi padi pada tahun 2014 ini.

"Ini sudah menjadi kewajiban kami, bagaimana produksi padi di Kabupaten Siak harus ada peningkatan guna memenuhi kebutuhan masyarakat," ujar Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Siak Hj. Robiati kepada GoRiau.com, Senin (24/2/2014).

Adapun upaya yang dimaksud Robiati yakni intensifikasi. Dimana, lahan pertanian yang ada berharap mampu menghasilkan produksi sebesar-besarnya. Tentunya, dari jenis bibit akan digunakan varietas yang cepat menghasilkan. "Varietas tersebut harus mampu berproduksi yang tinggi," katanya.

"Selain menanam padi diareal yang sempit, kita juga akan mencoba tanaman sisip yang masa panennya sama dengan padi," lanjut Robiati. Tumpang sari tanaman dianggap cara yang pas untuk menambah jenis tanaman.

Karena, lahan yang ada sangat sulit untuk diperluas. Apalagi, saat ini ada beberapa lahan yang dialih fungsikan menjadi kebun sawit. Oleh karena itu, Robiati mengaku sulit untuk mengembangkan sisi kestensifikasi. "Perluasan sawah belum bisa saat ini," katanya.

Selain metode tumpang sari tanaman, Robiati juga mengupayakan jenis benih yang bagus untuk ditanam. Dimana, hanya turunan pertama dan kedua dari benih yang bisa. Sementara, turunan ketiga ia nilai tidak bagus untuk produksi padi. "Hanya dua turunan dari benih yang akan kami tanam," jelasnya.

Terlepas dari usaha itu semua, yang terpenting menurut Robiati adalah peranan dari penyuluh pertanian yang ada di desa-desa. Sebab, merekalah yang akan menggerakkan para petani dalam bercocok tanam.

"SDM Penyuluh harus memiliki rohnya bertani. Sehingga, apa yang ia lakukan berasal dari keikhlasan hati," ujar Robiati. Ia berharap, penyuluh pertanian dapat mengerahkan seluruh kemampuan dalam menggenjot produksi padi tahun 2014 ini.

"Insya Allah, target kita akan tercapai jika seluruh stakeholder saling bekerjasama dan bahu membahu," pungkas Robiati.(san)