
TELUKKUANTAN – Kementerian Pertanian bersama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) kembali membuka pendaftaran Beasiswa SDM Sawit Tahun 2026 dengan kuota nasional sebanyak 5.000 peserta.
Di tingkat daerah, Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kuantan Singingi (Kuansing), Riau membidik target ambisius untuk meloloskan setidaknya 50 orang dalam program beasiswa penuh ini. Target tersebut meningkat signifikan setelah tahun lalu Kuansing hanya mampu mengisi 21 dari 50 kuota yang tersedia.
"Kami meminta lulusan SMK dan SLTA sederajat di Kuansing memanfaatkan program ini secara maksimal," ujar Kepala Disbunnak Kuansing Andri Yama, melalui Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Rudi Ahmad Hariadi, Kamis (4/6/2026) di Telukkuantan.
Rudi menjelaskan bahwa peserta yang lolos akan mendapatkan fasilitas kuliah gratis di 43 perguruan tinggi mitra yang telah ditetapkan. Komponen beasiswa mencakup biaya pendidikan penuh, uang saku, uang buku, biaya wisuda, sertifikat kompetensi, hingga ongkos transportasi pulang-pergi dari rumah ke kampus.
Program ini menyediakan pilihan jenjang pendidikan vokasi D1, D2, D3, dan D4 serta pendidikan akademik S1 dengan program studi yang relevan terhadap industri kelapa sawit.
Beasiswa ini dirancang khusus untuk memajukan industri sawit nasional dengan menyasar lima kategori utama penerima. Pertama, pekebun kelapa sawit beserta keluarganya. Kedua, pekerja di usaha perkebunan kelapa sawit beserta keluarganya. Ketiga, pengurus kelembagaan pekebun kelapa sawit. Keempat, pengurus asosiasi pekebun kelapa sawit. Kelima, aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas sebagai penyuluh perkebunan.
Pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman resmi sdmperkebunan.bpdp.or.id dan dibuka mulai 3 hingga 20 Juni 2026. Setelah proses pendaftaran, tahapan tes seleksi akan berlangsung pada 21 Juli hingga 29 Agustus 2026, diikuti oleh pengumuman kelulusan pada 7 September 2026.
Untuk mengantisipasi kendala teknis dan mempermudah proses pendaftaran bagi pelajar lokal, Disbunnak Kuansing membuka layanan konsultasi langsung di kantor mereka.
"Bagi para lulusan SLTA sederajat yang masih ragu mengenai petunjuk teknis program ini, silakan datang langsung ke Kantor Dinas Perkebunan dan Peternakan Kuansing," kata Rudi. "Langsung saja menuju Bidang Pemasaran dan Pengolahan. Kami siap memberikan bimbingan agar mereka paham dan meminimalisasi kendala teknis saat mendaftar."
Melalui program ini, pemerintah berharap dapat mencetak generasi muda yang kompeten dan profesional demi mendukung keberlanjutan serta daya saing industri kelapa sawit Indonesia di masa depan.***