GAZA - Brigade Al Qassam, sayap militer kelompok pejuang Hamas, pada Rabu (29/11/2023) mengumumkan, tawanan termuda mereka di Gaza, bayi berusia 10 bulan bernama Kfir Bibas, tewas akibat pengeboman yang dilakukan militer Israel.

Dikutip dari Tempo.co, menurut laporan, Brigade Al Qassam mengklaim bahwa serangan udara Israel menewaskan tiga tawanan di Jalur Gaza. Ketiganya adalah Kfir Bibas, kakaknya Ariel Bibas berusia 4 tahun dan ibu mereka Shiri, 32 tahun.

Awal pekan ini, tentara Israel mengatakan bahwa mereka yakin Kfir dan saudara laki-lakinya yang berusia 4 tahun, Ariel, diduga telah dibawa ke Khan Younis di bawah kendali kelompok militan Palestina yang terpisah, yang diyakini sebagai Front Populer untuk Pembebasan Palestina.

Bibi Kfir Bibas bersama seluruh keluarganya, mengajukan permohonan publik untuk pembebasan mereka kemarin.

Kfir telah disandera di Jalur Gaza sejak serangan 7 Oktober, ketika dia diculik dari Kibbutz Nir Oz bersama ayahnya Yarden, 34, ibu Shiri, 32, dan saudara laki-laki Ariel, 4. Kfir baru berusia 9 bulan ketika dia tertangkap bersama keluarganya.

“Kami berbicara dengan Anda hari ini karena besok adalah hari terakhir gencatan senjata saat ini,” kata Ofri Bibas-Levy kepada wartawan.

“Saat ini mereka adalah sandera termuda yang masih ditahan oleh Hamas.” 

“Kami tidak tahu di mana mereka ditahan. Dari yang kami tahu, mereka disimpan di bawah tanah,” kata Ofri.

“Kami sangat khawatir dengan bayi berusia 10 bulan yang makanan utamanya adalah susu formula.”

“Kami menyerukan kepada pemerintah Israel, Qatar, dan Mesir, semua orang yang terlibat dalam negosiasi dan kesepakatan ini, untuk melakukan apa pun yang mereka bisa untuk melibatkan keluarga kami dalam kesepakatan ini dan membebaskan mereka sesegera mungkin," lanjutnya.

Israel sebelumnya mengatakan bahwa mereka yakin 161 orang masih ditawan di Gaza.***