
PEKANBARU - Merasa gerah lantaran tidak tuntasnya polemik sampah membuat puluhan demonstran dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia daerah Riau mengambil sikap tegas. Jumat (17/6/2016) sore, mereka mendatangkan 1 truk berisi sampah busuk, lalu membuangnya di depan kediaman Walikota Pekanbaru.
Bau busuk sampah yang sengaja dibuang pendemo di depan kediaman Walikota Pekanbaru (persimpangan Ahmad Yani-Jalan Riau) tersebut bahkan bisa tercium dalam radius belasan meter. Tak ayal, pengguna jalan raya terpaksa tutup hidung atau menahan nafas sewaktu melintas di sana.
Lucunya, belum sampai satu jam pendemo menggelar aksi buang sampah, petugas pengangkut sampah langsung tiba di kediaman walikota untuk bersih-bersih. Ini berbanding terbalik dengan lokasi lain, di mana sampah sudah 'menggunung' bahkan menutup ruas jalan hingga tak bisa lagi dilewati.
"Biar Pak Wali cium bauknya sampah," ungkap koordinator aksi, Dwi Agus Putra. "Kami minta selesaikan masalah sampah ini. Pekanbaru bukan Kota Madani, tapi kota sampah. Perbaiki manajemen pengelolaan sampah dan kalau ini tidak bisa diselesaikan, lebih baik Pak Wali mundur dengan terhormat," sampai Putra. ***