
JAKARTA - Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri resmi menahan Direktur Utama PT Mitra Mentari Sentosa (MMS), Whu Zeng Xie. Penahanan ini merupakan tindak lanjut atas kasus dugaan manipulasi data ekspor komoditas minyak turunan sawit yang menggunakan modus under invoicing.
"Tersangka Direktur Utama PT MMS, saudara Whu Zeng Xie, telah dilakukan penahanan untuk kepentingan penyidikan," ungkap Kasubdit I Dittipidter Bareskrim Polri, Kombes Pol Setyo K Heriyatno dalam keterangan diterima di Jakarta, Jumat (26/6/2026).
Tim penyidik menemukan adanya indikasi kuat praktik under invoicing atau pencantuman nilai ekspor yang jauh lebih rendah dari angka sebenarnya di dalam dokumen resmi milik PT MMS. Dugaan pelanggaran hukum ini berkaitan erat dengan kegiatan ekspor minyak turunan sawit.
Sesuai regulasi yang berlaku, komoditas tersebut seharusnya tunduk mengikuti ketentuan pembatasan ekspor, wajib memiliki dokumen persetujuan ekspor (PE), serta taat dikenakan bea keluar.
"Dugaan praktik under invoicing ini berpotensi menimbulkan kerugian negara karena adanya ketidaksesuaian data ekspor yang dilaporkan," jelasnya.
Dalam tahapan penyidikan yang tengah berjalan, kepolisian secara maraton mendalami 95 ekspor barang ke China yang dilakukan perusahaan tersebut sepanjang 2024 hingga 2026. Tidak hanya memeriksa dokumen, petugas juga turun tangan mengecek fisik kontainer milik PT MMS yang berada di Pelabuhan Tanjung Priok.
Langkah pemeriksaan dokumen ekspor tambahan juga dilakukan di instansi Bea Cukai, Kamis (25/6).
"Seluruh data tersebut dianalisis dan dicocokkan dengan hasil penyidikan guna memperkuat pembuktian dalam proses pemberkasan," urainya.
Kombes Pol Setyo K Heriyatno memastikan penyidikan kasus ini akan terus dikembangkan lebih jauh guna mengungkap kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain, sekaligus menghitung secara pasti potensi kerugian negara yang timbul dari pelanggaran ekspor tersebut.
"Kami akan mendalami seluruh rangkaian transaksi dan dokumen yang terkait agar perkara ini dapat diungkap secara menyeluruh," tutupnya. ***