
RENGAT, GORIAU.COM - Bantuan yang dikucurkan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) tahun 2013 lalu untuk masyarakat melalui Bagian Kesejahteraanj Rakyat (Kesra) yang berkisar Rp 300 ribu hingga 500 ribu disinyalir banyak yang tidak tepat sasaran, seperti bantuan bagi pedagang kecil, janda dan pedagang lontong.
Seorang pedagang lontong di Pasar Lirik, Kecamatan Lirik mengaku, sejauh ini dirinya belum pernah mendapat bantuan dari Pemkab Inhu dalam bentuk apapun, walau dirinya sudah pernah didata sebagai penerima.
''Sebagai pedagang lontong yang modal dan untungnya pas-pasan, tentunya saya sangat berharap mendapatkan bantuan tersebut, akan tetapi setelah didata kemarin hingga saat ini belum ada yang namanya bantuan tersebut saya terima. Jika bantuan tersebut saya dapatkan, setidaknya bisa untuk menambah modal saya selaku pedagang lontong,'' ujarnya Senin (6/1/2014).
Hal yang sama juga dialami Sumanah (68), seorang janda yang tinggal di Kelurahan Kampung Besar Kota (Kambesko) Kecamatan Rengat, dirinya mengaku juga belum pernah menerima dan merasakan bentuan dari Pemkab Inhu, walau dirinya juga sudah didata.
Bahkan kata Sumanah, ketika dirinya datang pada saat pencairan dana bantuan tersebut di kantor camat Rengat, petugas pencairan menolaknya, karena dirinya tidak terdaftar sebagai salah seorang penerima. ''Saya kecewa dengan hal itu, jika tidak dapat, ya jangan didata, ini setelah didata, malah saya tak masuk dalam daftar penerima,'' sebut Sumanah kesal karena teringat kejadian itu.
Dikatakannya lagi, untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari, Sumanah terpaksa harus menjadi tukang cuci dari rumah ke rumah, dari hasil upah cucian tersebutlah Sumanah menggantungkan hidup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. ''Saya sudah 10 tahun lebih hidup menjanda sejak ditinggal mati oleh suami saya, keseharian saya menjadi buruh cuci. saya berharap, jika ada bantuan dari pemerintah, saya berharap sekali bisa dapat, karena hidup sebagai buruh cuci jauh dari cukup,'' tandasnya berharap.
Dalam pada itu, Usman, pendiri Forum Pemantau Pembangunan Riau (FP2R) Kabupaten Inhu, ketika dimintai tanggapannya mengatakan bahwa, pihaknya menilai bantuan yang dikucurkan Pemkab Inhu itu jauh dari sasaran, karena banyak pihak yang seharusnya menerima tapi tidak merima, hal ini harus di evaluasi, takutnya ini permainan oknum tertentu.
''Sebenarnya bukan dua orang itu saja yang didata lalu tidak menerima, jika diselusuri hingga kebawah, banyak masyarakat lain yang sudah didata akhirnya tidak menerima bantuan itu, pihak terkait jangan pejam mata terkait hal ini, karena yang mereka bagi-bagikan itu adalah uang daerah yang seharusnya untuk mensejahterakan masyarakat,'' tandasnya singkat. (jef)