
TELUKKUANTAN - Siapa yang tak kenal dengan jalur Datuak Panglimo Itam Titisan Naghori? Namanya melesat naik setelah pacu jalur ajang uji coba di Tepian Raja Kecamatan Pangean, 5-7 Mei 2016 lalu.
Jalur yang berasal dari Koto Cerenti Kecamatan Cerenti tersebut meraih juara II setelah kalah atas haluan jalur Siposan Rimbo RAPP. Bagi Datuak Panglimo Itam, kekalahan itu merupakan kekalahan terhormat, sebab telah bertarung dengan sang juara nasional tahun 2014.
Sementara, Datuak Panglimo Itam merupakan jalur pendatang baru di dunia pacu jalur. Jalur tersebut dibuat pada tahun 2015 silam.
Pada iven pacu jalur ajang uji coba di Tepian Rajo kemaren, ada peristiwa menarik yang dialami oleh Datuak Panglimo Itam. Yakni, 'draw' ketika berpacu melawan Ngiang Kuantan Cahayo Nagori dari Kampung Baru Kecamatan Gunung Toar. Akibatnya, kedua jalur ini kembali bertarung dengan berganti jalan.
Akhirnya, perpacuan di hari pertama dimenangkan oleh Datuak Panglimo Itam.
Dalam catatan sejarah pacu jalur, peristiwa yang dialami Datuak Panglimo Itam merupakan yang kedua sejak masuknya teknologi dalam pacu jalur. Teknologi yang diterapkan berupa kamera di pancang finis. Sehingga, memudahkan dewan juri untuk melihat mana haluan yang lebih dulu menembus garis finis.
"Kami tidak pernah menyangka, Datuak Panglimo Itam bisa sampai ke finis dan bertarung dengan Siposan Rimbo. Walau pun kami hanya meraih posisi dua, tapi kami sangat bangga," ujar Afrizal, warga Cerenti kepada GoRiau.com, Minggu (15/5/2016) pagi.
Dengan hadirnya Datuk Panglimo Itam, lanjut dia, Kecamatan Cerenti sudah memiliki dua jalur andalan, yakni Sijontiak Lawik Pulau Tanmo.
"Bagi kami, ini sejarah baru dan kami berharap kedua jalur ini mengukir prestasi gemilang di iven nasional Agustus mendatang," harap Afrizal.
Pujian juga dilontarkan oleh masyarakat luar Cerenti. Mereka menilai, Datuak Panglimo Itam merupakan juara yang sebenarnya. Sebab, pacu jalur ajang uji coba memiliki tujuan untuk menemukan jalur baru.
"Nah, kalau Siposan Rimbo tak ikut, tentu yang menjadi juaranya adalah Datuak Panglimo Itam. Jalur ini harapan di masa mendatang," ujar Udra, warga Pangean.