
RENGAT, GORIAU.COM - Baku tembak antara polisi dan perampok terjadi di Desa Gumanti, Kecamatan Peranap, Kabupaten Inhu, Provinsi Riau, Minggu (18/11/2012) pagi. Pada baku tembak yang berlangsung dari pukul 03.00 WIB hingga 07.00 WIB itu, enam perampok tewas.
Menurut Kapolres, AKBP Hermansyah SH SIK, baku tembak terjadi saat Polres Inhu berencana menggagalkan rencana aksi perampokan terhadap salah seorang toke sawit di Kecamatan Peranap yang sudah ditargetkan oleh 6 orang pelaku. Upaya untuk menggagalkan rencana perampokan itu sempat terjadi perlawanan, sehingga polisi terpaksa melakukan penembakan terhadap pelaku.
Pelaku yang juga memilik senjata api (senpi) sempat menembak aparat sebanyak dua kali. Untung saja dalam kejadian itu, peluru yang ditembakan pelaku tidak mengenai anggota Polres yang dibantu anggota Polsek Peranap.
Saat ini, keenam mayat pelaku berada di kamar mayat RSUD Indrasari Rengat sambil menunggu pihak keluarga.
Keenam pelaku itu diantaranya berinisial, ER (38) warga Pedamaran Kabupaten Ogan Kemiring Ilir (Oki) Sumsel, TI (52) warga Kebung Sitapung Kabupaten Agam Sumbar, So (28) warga Lubuk Makmur Kecamatan Lemping Jaya Kabupaten Oki Sumsel, Wa (33) warga Tuan Kentang Kecamatan Seberang Ulu I Pelembang Sumsel, AY (32) warga Ketibung Kabupaten Lampung Selatan dan Su (32) warga Lubuk Seberuk Kecamatan Lempung Jaya Kabupaten Oki Sumsel.
Kapolres Inhu AKBP Hermansyah SH Sik didampingi Waka Polres Inhu, Kompol Rommel Hutagaol Sip ketika dikonfirmasi mengatakan upaya menggagalkan aksi pencurian dengan kerasan dilakukan pada Ahad (18/11/2012) sekitar pukul 03.00 di Desa Gumanti Kecamatan Peranap.
''Aktifitas para pelaku sudah dipantau sejak tiga hari lalu dan pada Ahad (18/11) langsung dilakukan penyergapan,'' ujarnya.
Dijelaskannya, para pelaku sudah diintai sejak pukul 03.00 Wib oleh sejumlah 15 personil Polres dibantu personil di Mapolsek Peranap yang dikomandoi oleh Kasat Reskrim, AKP Dody Harza Kusumah SH Sik. Personil yang sudah berpencar di seputasan rumah milik warga daerah itu berinisial AR yang disewa para pelaku, belum terlihat ada aktifitas.
Dalam kondisi hujan dan mati lampu, belasan personil masih terus mengincar aktifitas didalam rumah yang agak terpisah jauh dengan rumah warga lainnya. Bahkan hingga sekitar pukul 04.00 Wib, didalam rumah yang dihuni para pelaku juga belum ada aktifitas. Sehingga, beberapa anggota berkoordinasi dengan Kasat Rekrim dan diperintahkan untuk tetap memantau.
Sekitra pukul 05.00 Wib, sejumlah personil berupaya mendekati rumah tersebut. Bahkan tidak lama kemudian langsung lakukan penggrebekan dengan mendobrak pintu bagian depan rumah tersebut.
Para pelaku yang tidak mengetahui yang masuk itu adalah Polisi, diantaranya sempat mengeluarkan senpi. ''Saat digrebek, diantara pelaku itu sudah ada yang bangun dan sebagian masih tidur,'' ungkapnya.
Mengetahui pelaku milik senpi, sejumlah polisi langsung mengambil posisi aman. Saat itu pula para pelaku diminta untuk menyerahkan diri secara baik-baik. Namun himbau itu tidak dihiraukan para pelaku.
Hingga beberapa menit kemudian setelah diminta untuk menyerahkan diri dan menyebutkan rumahnya sudah dikepung, pelaku langsung melepaskan tembakan sebanyak dua kali. Saat itu pula atau tepatnya sekitar pukul 05.30 Wib, polisi langsung membalas tembakan.
Para pelaku yang sudah merasa terdesak dan keluar rumah untuk berupaya kabur. Saat itu diantaranya sempat dilumpuhkan dengan timah panas. Upaya untuk melumpuhkan para pelaku berlangsung hingga pukul 07.30 wib. ''Para pelaku berhasil dilumpuhkan, walaupun sempat melawan dan berupaya kabur,'' bebernya.
Dari para pelaku sejumlah barang bukti (BB) dapat diamankan diantaranya, dua pucuk senpi laras pendek rakitan, dua pucuk air sotf gun, dua buah parang, sebo, lap ban dan 1 unit sepeda motor.
Ketika ditanya, apakah para pelaku pernah melakukan kejahatan di Inhu atau daerah lainnya. Dikatakannya, berdasarkan keterangan pelaku dalam perjalanan menuju Puskesmas Peranap sebelum meninggal, pelaku mengakui pernah melakukan curas di Keritang Kabupaten Inhil. ''Dengan pengakuan itu, akan dicocokan data sambil dilakukan inventarisir bekerjasama dengan sejumlah Polsek dan Polres yang memilik daftar DPO,â tambahnya.
Memang sebutnya, penangkapan para pelaku berdasarkan informasi dari masyarakat yang sudah curiga. Karena para pelaku sudah tinggal dirumah itu sejak sekitar dua pekan terakhir ini. ''Makanya sesuai data yang diterima, mereka akan melakukan kejahatan pada Ahad (18/11) dengan memanfaatkan hari libur kepada salah seorang toke sawit dengan inisial juga sudah dikantongi polisi,'' tukasnya.
Terkait mayat para pelaku, pihaknya sudah menghubungi Polsek terdekat dengan alamat yang ada pada pelaku. Kemudian pihak keluarga bisa menjemput dengan menghubungi Polres Inhu. âDari beberapa keterangan yang ada, tetap akan dilakukan pengembangan,â terangnya. (wsr)