
PEKANBARU - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru berencana menjadikan Jalan Agus Salim sebagai pusat kuliner dan wisata malam seperti Malioboro ala Pekanbaru. Dalam rencana itu, Pemko telah menertibkan pedagang kaki lima (PKL) yang berdagang di kawasan itu.
Pemko Pekanbaru berupaya merelokasi pedagang yang ditertibkan dari jalan itu ke Pasar Inpres dan Pasar Rakyat yang lokasinya tak jauh di Jalan Agus Salim. Namun, hampir sebulan pasca penertiban, PKL tampak kembali membuat lapak di sepanjang Jalan Agus Salim, Rabu (15/12/2021).

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru Ingot Ahmad Hutasuhut, mengatakan pihaknya sedang melakukan persiapan. Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) sedang menyusun peta lokasi.
"Persiapan untuk kegiatan malam. Itu LPM sedang lakukan persiapan settingan lokasi, serta peta-petanya," ujarnya.
Seperti diketahui, Jalan Agus Salim yang akan dibuat Malioboro ala Pekanbaru itu nantinya memiliki tiga zona waktu aktivitas.
Zona pertama sesuai fungsi jalan itu sebagai tempat melintas atau pedestrian dari pukul 08.00 WIB hingga 17.00 WIB. Kawasan itu harus kosong atau bebas dari pedagang agar pengendara dan masyarakat yang melintas bisa menggunakan ruas jalan tersebut.
Zona kedua yakni pukul 17.00 WIB hingga pukul 01.00 WIB. Pada jam ini jalan bisa dimanfaatkan sebagai lokasi bagi pelaku UMKM. Pedagang bisa menggunakan ruas jalan ini untuk pelaku usaha kuliner dan industri kreatif. Kawasan itu jadi ruang untuk membangun perekonomian.
Kemudian zona ketiga yakni pukul 01.00 WIB hingga pukul 08.00 WIB bisa digunakan oleh pedagang tradisional yang kini jualan di sana. Ia mengingatkan agar tidak ada kios liar. Diakuinya, saat ini banyak kios di lokasi yang mestinya jadi pedestrian. ***