
PEKANBARU - Setelah resmi terbentuk, DPP Partai Golkar Korwil Riau menggelar pertemuan terbatas dengan pengurus harian DPD I Partai Golkar Riau di Pekanbaru, Jumat (18/11/2016). Dalam pertemuan itu hadir Ketua Korwil Riau Idris Laena bersama Sekretaris Septina Primawati dan anggota Korwil Riau Faisal Aswan, Ketua Harian DPD I Ruspan Aman serta Plt Ketua DPC Inhil Aprizon.
Menurut Korwil Idris Laena, pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam itu membahas tiga pokok strategis untuk membangun kepengurusan yang solid di tubuh partai beringin.
"Ini pertemuan sifatnya silaturahmi karena Korwil baru terbentuk, tugas Korwil adalah untuk membuat rekomendasi ke DPP untuk mengambil kebijakan terkait hal-hal strategis di daerah," ujar Idris Laena.
Ia menyebutkan, ada tiga pokok dibicarakan dalam pertemuan tersebut. Pertama, soal rencana Musyawarah Daerah (Musda) Golkar di delapan kabupaten/kota di Riau. Kedua, mengenai strategi menghadapi Pilkada serentak di Kabupaten Kampar dan Kota Pekanbaru. Terakhir soal isu posisi Wakil Gubernur Riau yang lagi hangat dibicarakan.
Terkait Musda, kata anggota Komisi VI DPR RI ini, sampai saat ini di Riau ada delapan daerah belum melaksanakan Musda. Baru 4 daerah sudah menetapkan kepengurusan yang baru diantaranya Kabupaten Bengkalis, Kuansing, Siak dan Pelalawan.
"Sementara 8 daerah sedang dipersiapkan. Diharapkan hingga akhir Desember 2016 mendatang sudah terlaksana semua," imbuhnya.
Dikatakan, masing-masing daerah bebas menentukan siapa pun yang akan diangkat menjadi ketua DPD II, namun dia berharap, yang dipilih adalah orang yang benar-benar bisa dan berpotensi memimpin Golkar di daerahnya untuk menghadapi Pilkada, Pileg, atau pun Pilpres nantinya.
“Karena itu, kami butuh konsolidasi dan harus merapatkan barisan, bagaimana bisa bersatu untuk terus menjadi pemenang, memenangkan hati masyarakat, dan mensejahterakan masyarakat,†ulasnya.
Baca Juga: Septina Primawati Dipercaya Jabat Sekretaris Korwil Riau DPP Partai Golkar
Soal Pilkada serentak, lanjutnya, hal menjadi utama pembahasan menyangkut strategi pemenangan kepala daerah yang di usung oleh Partai Golkar, kemudian sistem dan waktu kampanye serta siapa-siapa saja nama juru kampanye nasional yang akan diturunkan oleh Partai Golkar nantinya.
Baca Juga: Minggu Depan DPP Golkar Janji Turunkan Satu Nama Wakil Gubernur Riau
"Sedang masalah Wakil Gubernur Riau, kami ingin mendapatkan masukan-masukan untuk kami jadikan rekomendasi DPP mengeluar keputusan. Sebab masalahnya, antara DPP dan DPD I masih belum menemukan kata sepakat. Karena DPP punya usulan, DPD juga punya usulan. Inilah yang ingin kami dengar, karena Wagub itukan bukan hanya kepentingan Partai Golkar, tetap untuk kebaikan masyarakat Provinsi Riau kedepan," pungkasnya. ***