JAKARTA, GORIAU.COM - Kepala Badan Penghubung Provinsi Riau Burhanuddin ST, M.Si menggelar pertemuan dengan Kepala Badan/Kantor Perwakilan dari berbagai Provinsi di Jakarta atau yang tergabung dalam Forum Komunikasi Antar Perwakilan Provinsi Seluruh Indonesia (Forkappsi), di TMII, Jakarta, Kamis (22/5/2014).

Pertemuan tersebut disamping sebagai ajang silaturrahmi dan perkenalan bagi Burhanuddin yang baru saja ditunjuk Gubernur Riau, sekaligus persiapan Rapat Kordinasi Kepala Badan/kantor Perwakilan se Indonesia atau Forkappsi.

Burhanuddin berharap, eksistensi forum ini bisa lebih baik, solid dansaling bersinergi untuk memperkuat peranan Badan Penghubung atau Kantor Perwakilan di Jakarta, sehingga dapat memberikan kontribusi positif bagi pembangunan masing-masing provinsi.

''Kita berharap ke depan Forkappsi bisa lebih besar, harmonis, peran antar daerah bisa diperkuat, sehingga dapat memberikan makna dan manfaat bagi kita untuk meningkatkan pembangunan di daerah,'' ujar Burhan mengajakKepala Badan/Kantor yang hadir pada pertemuan tersebut.

Menurut Boy panggilan akrab Boy, tanggungjawab serta tugas Badan maupun Kantor perwakilan provinsi sebagai duta besar-nya provinsi di pemerintah pusat tidak hanya sekedar melayani, mendampingi, pimpinanan daerah, namun peran dan fungsinya lebih dari itu.

''Namun tugas itu tetap penting, tetapi bukan hal poko pokok dan hanya kegiatan penunjang saja. Saya kira ke depan bagaimana mempromosikan daerah dan menjalin hubungan dengan lembaga/intansi pusat bahkan dengan dutra besar negara-negara sahabat. Tentu saja semua itu untuk memajukanpembangunan daerah,'' ungkap Boy yang sekaligus menjabat sebagai Ketua Forkappsi menggantikan Tarmizi Natar Nasution, Kepala Badan Penghubung Riau sebelumnya yang sudah pensiun.

Dalam pertemuan itu juga terungkap banyaknya provinsi yang inggin menaikkan perwakilannya dari Kantor Kantor Penghubung menjadi badan penghubung. Selain itu, juga sebagai ajang saling tukar menukar informasi terkait perkembangan-perkembangan terkini, maupun memperjuangkan hal-hal yang perlu dibenahi dan diperbaiki terkait hubungan pusat dan daerah. (rls)