DURI - Orang nomor satu di negeri junjungan Bengkalis ini mengaku prihatin dengan kondisi peserta Ujian Nasional (UN) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), yang terpaksa mengikuti UN di lapas Bengkalis.

"Harusnya ia bisa mengikuti UN bersama teman-temannya disekolah. Namun karena tersangkut kasus hukum, mau tidak mau ia harus rela mengikuti UN sendirian di ruang lapas Bengkalis," imbuh Bupati Bengkalis, Amril Mukminin SE MH saat konfirmasi GoRiau.com, disela kunjungan kerjanya ke Mandau meninjau pelaksanaan UN SMP, Senin (9/5/2016).

Menurut Bupati Amril, dengan kemauannya tetap mengikuti UN, anak tersebut juga harus di motivasi untuk mau melanjutkan pendidikannya ke jenjang berikutnya, setelah ia keluar dari tahanan.

"Bukan berarti dia mantan narapidana lalu dikucilkan. Kita minta kepada sekolah untuk tidak memandang status calon siswanya. Khusus kepada yang mantan narapidana, jangan sampai dikucilkan. Kalau tidak ada aturan melarang mantap narapidana diterima disekolah, pihak sekolah juga jangan membuat aturan baru sendiri," imbuh Bupati lagi.

Kepada orang tua, kata Bupati lagi, harus memberikan perhatian khusus kepada anak-anaknya yang masih duduk dibangku pendidikan.

"Salah langkahnya anak, adalah karena kurangnya bimbingan dan perhatian orang tua. Maka dari itu, peran orang tua sangat penting, untuk menentukan masa depan anaknya," tutup Bupati. ***