
PEKANBARU – Mengawali kalender kerja tahun 2026, Badan Pendapatan Daerah Kota Pekanbaru langsung bergerak melakukan intensifikasi pendataan potensi pajak daerah. Langkah ini ditempuh untuk memastikan target pendapatan dari sektor Pajak Barang dan Jasa Tertentu, Reklame, serta PBB-P2 tercapai secara maksimal.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung Plt Kepala Bapenda Pekanbaru, T Denny Muharpan, dengan melibatkan Satgas Gabungan yang menyisir sejumlah titik strategis di Kecamatan Binawidya dan Tuah Madani sejak Rabu (7/1/2026).
Denny menegaskan akurasi data menjadi kunci utama dalam upaya optimalisasi penerimaan pajak daerah.
“Kami turun ke lapangan untuk memvalidasi data objek pajak secara faktual. Tujuannya jelas, agar seluruh potensi masuk dalam sistem secara akurat dan tidak ada objek pajak yang terlewatkan,” terangnya, Kamis (8/1/2026).
Dalam kegiatan itu, ia didampingi sejumlah pejabat struktural, di antaranya Kabid Pajak Daerah II Ari Supriyanto, Kabid Pengendalian Pajak Ismu Vebrian Arioka, serta Kepala UPT V Muhammad Rizwan Hardiansyah.
Menurutnya, pendataan kali ini tidak sebatas pencatatan manual. Petugas melakukan validasi langsung di lapangan yang kemudian diintegrasikan ke dalam sistem layanan pajak terpadu, sehingga proses administrasi dapat berjalan secara real-time dan transparan.
Selain pendataan, tim juga membuka ruang edukasi dan konsultasi bagi wajib pajak agar memahami prosedur serta hak dan kewajiban mereka.
“Kami ingin membangun sinergi. Masyarakat tidak hanya memenuhi kewajiban, tapi juga memahami prosedur dan hak mereka. Transparansi adalah cara kami membangun kepercayaan publik,” tambahnya.
Bapenda menargetkan kegiatan jemput bola ini akan terus diperluas ke seluruh wilayah Pekanbaru sebagai bagian dari upaya mendukung percepatan pembangunan infrastruktur dan peningkatan layanan publik melalui penguatan kemandirian fiskal daerah. ***