
PEKANBARU – Para insan olahraga yang telah mengharumkan nama daerah pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024 masih harus menahan asa. Rencana penyaluran sisa bonus prestasi yang sedianya dicanangkan bertepatan dengan peringatan Hari Olahraga Nasional 2026, urung terealisasi. Kendati demikian, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau memastikan pemenuhan hak para atlet dan pelatih tersebut tetap dibayarkan penuh tahun ini.
Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Riau, Yurnalis Basri menegaskan bahwa instansinya memegang teguh komitmen untuk menuntaskan kewajiban apresiasi tersebut. Penjelasan itu ia sampaikan seusai mengisi ruang dialog interaktif sempena peringatan Hari Olahraga Nasional ke-43 di RRI Pekanbaru, Rabu (9/9/2026).
"Pemprov Riau sudah berkomitmen untuk menyelesaikan pembayaran bonus PON tahun 2026 ini. Kita sedang mengusahakan dananya, segera kita bayarkan jika sudah ada," paparnya.
Menunggu Kesediaan Kas Daerah
Sebagai catatan, mekanisme pemberian uang pembinaan bagi kontingen daerah memang dirancang dalam beberapa termin pembayaran. Pada realisasi tahap pertama, perbendaharaan daerah telah berhasil mengucurkan dana sebesar Rp23,64 miliar. Saat ini, tanggungan yang harus dirampungkan pemerintah daerah untuk pencairan tahap kedua mencapai angka Rp27,40 miliar.
Menyikapi melesetnya jadwal pencairan dari rencana awal, Yurnalis memohon pengertian dari seluruh atlet dan pelatih yang terdampak. Ia menyebut bahwa penundaan penyaluran murni terjadi karena proses penyesuaian ketersediaan alokasi anggaran di kas daerah yang masih terus berproses.
"Kami minta para atlet dan pelatih bersabar, kita janji akan selesaikan ini secepatnya, dan membayarkan apa yang menjadi hak para insan olahraga Riau," tambahnya.
Meskipun tidak membeberkan secara spesifik tanggal dan bulan penyaluran sisa dana tersebut, Yurnalis menggaransi seluruh proses sinkronisasi anggaran terus digesa. Pencarian ketersediaan dana menjadi fokus utama agar sisa hak seluruh peraih medali beserta pelatih pendamping dapat tuntas dibagikan sebelum penutupan kalender tahun 2026. ***