
PEKANBARU - Proyek pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) baru di KM 23 Muara Fajar, Rumbai yang dimulai awal Februari 2016 lalu ditargetkan selesai Oktober mendatang. Proyek APBN senilai Rp36 miliar ini diharapkan mampu atasi masalah persampahan di Pekanbaru.
Pembangunan TPA yang jaraknya tidak jauh dari lokasi TPA lama itu adalah merupakan tempat baru yang dipersiapkan Pemerintah Kota Pekanbaru. Pasalnya, TPA lama dalam waktu dekat sudah tak mampu lagi menampung volume sampah yang semakin meningkat.
TPA baru ini memiliki luas sekitar 5 hektar dan diperkirakan mampu menampung produksi sampah Kota Pekanbaru sampai beberapa tahun mendatang.
Saat ini, kontraktor pelaksana proyek pembangunan TPA Muara Fajar, PT Budi Jaya General, terus menggesa pengerjaan. Ratusan pekerja dan belasan alat berat dikerahkan setiap harinya untuk menyelesaikan tahap demi tahap pekerjaan pembangunan TPA tersebut.
Berdasarkan tinjauan lapangan, pekerjaan dalam kodisi sangat baik dan terlihat sangat rapi,. Tenaga kerja yang dipakai adalah tenaga terampil di bidangnya. Pekerja masih terlihat fokus dalam pengerjaan kolam Instalasi Pengolahan Lindi (IPL) dan pemasangan geomembran serta geotextile.
Menurut keterangan Pelaksana Lapangan PT Budi Jaya General selaku kontraktor pelaksana baru-baru ini, ada sekitar 14 unit alat berat yang dikerahkan untuk melakukan pekerjaan di lokasi kegiatan pada saat ini.
"Belasan alat berat tersebut melakukan pekerjaan galian dan timbunan di area tempat yang akan dijadikan penampungan sampah (landfill)," kata pelaksana lapangan di lokasi pekerjaan tersebut.
Sementara itu tak kurang dari 120 orang melakukan pekerjaan pengecoran kolam IPL yang rata-rata menghasilkan coran beton sebanyak 300 meter kubik per harinya. Jika tak ada kendala, Ia optimis batas waktu pengerjaan yang diberikan pada Oktober 2016 bisa direalisasikan. Bahkan, pihaknya menargetkan bisa menyelesaikannya sebelum batas waktu tersebut.
Menanggapi tudingan sementara pihak-pihak tertentu adanya pelanggaran hukum atas proyek ini, panitia lelang mengaku tudingan tersebut tidak memiliki dasar sama sekali.
Dijelaskan, proyek pembangunan TPA Muara Fajar menggunakan anggaran APBN penunjukannya melalui proses lelang yang fair.
Di tempat terpisah, Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Pekanbaru Edwin Supradana berharap pembangunan kawasan TPA baru ini berjalan lancar dan rampung pada akhir tahun 2016 sehingga tahun depan sudah bisa dioperasikan.
"TPA tersebut bakal dilengkapi peralatan pendukung seperti timbangan, penerangan jalan umum dan lain sebagainya," kata dia. ***