
PEKANBARU – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mengalokasikan anggaran fantastis sebesar Rp100 miliar untuk membenahi sistem drainase pada tahun 2026. Langkah ini menjadi strategi utama pemerintah daerah dalam mengentaskan persoalan banjir yang kerap melanda sejumlah titik di Kota Bertuah.
Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, ST, MARch, menegaskan bahwa pembenahan saluran air menjadi prioritas kerja tahun ini. Besarnya anggaran yang dikucurkan mencerminkan keseriusan pemerintah dalam merespons keluhan masyarakat terkait genangan air saat hujan deras.
"Drainase jadi fokus kita tahun ini. Cukup besar anggaran untuk drainase tahun ini, sekitar Rp100 miliaran lah," ujar Markarius Anwar, Selasa (27/1/2026).
Saat ini, Pemko Pekanbaru melalui tim gabungan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) tengah melakukan pendataan ulang. Mereka menyisir wilayah-wilayah yang masuk kategori rawan banjir untuk memastikan perbaikan tepat sasaran.
"Kita sedang mendata juga titik-titik yang rawan genangan, nanti diarahkan ke sana," jelas Markarius.
Seluruh pengerjaan fisik di lapangan nantinya akan berpedoman ketat pada master plan pengendalian banjir yang telah disusun sebelumnya. Skema perbaikan dilakukan secara sistematis, dimulai dari normalisasi parit dan saluran drainase utama yang berukuran besar sebagai jalur pembuangan air.
Setelah jalur utama berfungsi dengan baik, pengerjaan akan dilanjutkan pada drainase skala kecil di kawasan permukiman warga. Hal ini dilakukan agar seluruh sistem saluran air terhubung secara optimal dan mampu mengalirkan debit air dengan lancar menuju sungai.
"Kami mulai dari saluran besar sebagai jalur utama aliran air, lalu dilanjutkan ke drainase yang lebih kecil. Agar sistemnya terhubung dan berfungsi optimal," pungkasnya. ***