BANDA ACEH – Winger PSPS Pekanbaru, Asir Asiz, memilih menatap ke depan meski timnya harus menelan kekalahan 2-4 dari Persiraja Banda Aceh pada laga penutup putaran kedua Liga 2 2025/2026, Sabtu (31/1/2026) malam. Asir menegaskan para pemain telah berupaya maksimal, meski ia mengakui sejumlah keputusan wasit turut memengaruhi jalannya pertandingan.

“Ya tentunya kami sebagai pemain sudah berusaha juga tadi di pertandingan. Tapi memang ada keputusan-keputusan wasit yang menurut kami tidak bagus dan itu cukup memengaruhi permainan,” ujar Asir seusai laga.

Meski demikian, pemain berusia 22 tahun itu menegaskan PSPS tidak ingin larut dalam kekecewaan. Dengan masih tersisa sembilan pertandingan di putaran ketiga, Asir optimistis PSPS mampu bangkit dan tampil lebih baik.

“Tentunya di putaran ketiga kami harus bisa bangkit lagi,” kata Asir.

Optimisme Asir bukan tanpa dasar. Dalam laga melawan Persiraja, ia justru tampil sebagai pemain paling menonjol di kubu PSPS. Masuk pada awal babak kedua, Asir langsung mengubah dinamika permainan. Ia mencetak dua gol dan menjadi motor serangan PSPS, sekaligus membawa timnya sempat memperkecil ketertinggalan.

Secara statistik, kehadiran Asir memberi dampak signifikan. Setelah ia masuk, PSPS tampil lebih agresif dengan peningkatan penguasaan bola dan jumlah peluang. Serangan dari sisi kiri menjadi lebih hidup, memaksa lini belakang Persiraja bekerja ekstra hingga menit-menit akhir pertandingan.

Performa tersebut melanjutkan tren positif Asir dalam beberapa laga terakhir. Pada pekan ke-16, ia mencetak gol pembuka saat PSPS mengalahkan Persekat Tegal 2-0 di Stadion Kaharuddin Nasution. Sepekan berselang, Asir kembali mencatatkan namanya di papan skor ketika PSPS ditahan imbang 1-1 oleh Adhyaksa Banten FC, dalam laga yang juga diwarnai sejumlah keputusan VAR krusial.

Dengan dua gol ke gawang Persiraja, Asir kini mencetak gol dalam tiga pertandingan beruntun. Konsistensi itu menegaskan perannya sebagai salah satu pemain kunci PSPS musim ini, baik sebagai pencetak gol maupun pembuka ruang serangan.

Meski kontribusinya belum cukup menyelamatkan PSPS dari kekalahan di Banda Aceh, penampilan Asir memberi sinyal positif bagi tim jelang putaran ketiga. Dalam situasi PSPS yang hanya akan menjalani empat laga kandang dari sembilan pertandingan tersisa, kehadiran pemain yang mampu memberi dampak instan menjadi kebutuhan penting.

Putaran ketiga Liga 2 akan menjadi ujian berikutnya bagi PSPS Pekanbaru. Namun, dengan performa Asir Asiz yang terus menanjak, PSPS setidaknya memiliki satu pijakan kuat untuk kembali bersaing. ***