
BANDA ACEH – — Pelatih PSPS Pekanbaru, Aji Santoso, menegaskan timnya tidak memiliki pilihan selain bekerja lebih keras pada putaran ketiga Liga 2 2025/2026. Pernyataan itu disampaikan menyusul posisi PSPS yang masih tertahan di papan bawah klasemen, di tengah persaingan poin yang sangat ketat.
“Putaran ketiga nanti kami harus kerja keras lagi. Posisi kami juga masih di bawah dan persaingan poinnya sangat tipis. Tidak ada celah lain, kami harus kerja keras,” ujar Aji Santoso seusai laga menghadapi Persiraja Banda Aceh, Sabtu (31/1/2026) malam.
Dengan sembilan pertandingan tersisa di putaran ketiga, peluang PSPS Pekanbaru untuk menembus dua besar Grup A secara matematis memang masih terbuka. Namun, jalur yang harus ditempuh terbilang sangat menantang. Saat ini, PSPS berada di peringkat kedelapan dengan koleksi 21 poin, terpaut 12 poin dari posisi kedua yang ditempati Adhyaksa Banten FC.
Situasi tersebut membuat PSPS wajib tampil nyaris sempurna pada fase penentuan. Secara realistis, PSPS setidaknya harus meraih tujuh hingga delapan kemenangan dari sembilan laga tersisa, sembari berharap para pesaing di atasnya—khususnya Adhyaksa, Garudayaksa FC, dan Sumsel United—kehilangan banyak poin dalam periode yang sama.
Tantangan PSPS tidak hanya terletak pada perburuan poin, tetapi juga pada persoalan konsistensi permainan. Lini serang PSPS relatif produktif dalam beberapa laga terakhir, namun belum diimbangi dengan ketahanan defensif yang solid. Hingga akhir putaran kedua, PSPS mencatatkan selisih gol minus enam, yang mencerminkan masih rapuhnya sektor belakang.
Selain itu, PSPS juga menghadapi kendala jadwal. Dari sembilan pertandingan putaran ketiga, Askar Bertuah hanya akan menjalani empat laga kandang. Kondisi ini membuat efektivitas di laga tandang serta kemampuan menjaga fokus sepanjang 90 menit menjadi krusial.
Aji Santoso menyatakan tim pelatih akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk menghadapi fase krusial tersebut. Pembenahan lini pertahanan, pemanfaatan maksimal laga kandang, serta menjaga momentum kemenangan beruntun menjadi fokus utama.
Jika PSPS mampu membenahi sektor belakang, memaksimalkan peluang di kandang, dan menjaga performa terbaik para pemain kunci, peluang finis di dua besar masih terbuka. Namun secara realistis, PSPS membutuhkan kombinasi performa luar biasa serta hasil menguntungkan dari pertandingan klub-klub pesaing agar target tersebut dapat tercapai.
Seusai putaran kedua selesai Liga 2 Grup A, Garudayaksa FC masih kokoh di puncak klasemen dengan koleksi 34 poin, namun posisinya belum sepenuhnya aman karena terus dibayangi Adhyaksa yang hanya terpaut satu angka di peringkat kedua dengan 33 poin. Di bawahnya, Sumsel United FC menempel ketat di posisi ketiga dengan 31 poin, menjaga asa untuk ikut bersaing dalam perebutan tiket promosi.
Sementara itu, persaingan papan tengah berlangsung sengit dengan selisih poin yang tipis. Bekasi City dan Persiraja sama-sama mengantongi 27 poin di peringkat keempat dan kelima, disusul PSMS Medan dengan 26 poin. Persikad 1999 FC berada di posisi ketujuh dengan 23 poin, sedangkan PSPS Pekanbaru menempati peringkat kedelapan dengan 21 poin dan masih berupaya memperbaiki posisi. Di zona bawah, Persekat mengoleksi 19 poin, sementara Sriwijaya FC terpuruk di dasar klasemen dengan baru mengumpulkan dua poin sepanjang kompetisi. ***