PEKANBARU – Komitmen Asian Agri terhadap pencegahan kebakaran hutan dan lahan terus diperkuat melalui pemberian Penghargaan Desa Bebas Api (DBA) 2024–2025 dan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pelaksanaan program DBA periode 2025–2026 di Pekanbaru, Selasa (18/6/2025).

Acara dihadiri oleh perwakilan desa, pemerintah daerah, dan Masyarakat Peduli Api (MPA). Regional Head Asian Agri Wilayah Riau, Pengarapen Gurusinga menegaskan pentingnya kolaborasi dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan.

"Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan tidak bisa dilakukan secara sepihak. Butuh kolaborasi yang kuat, komitmen jangka panjang, dan sinergi antara semua pihak," ujarnya.

Kalaksa Badan Pengelolaan Bencana Daerah (BPBD), Zulfan, mengapresiasi kegiatan tersebut. "Semoga kegiatan ini memberikan manfaat seluas-luasnya. Kami juga berharap ada kegiatan lanjutan sebagai bagian dari upaya mitigasi Karhutla," katanya.

Kordinator Manggala Agni Wilayah II, Edwin Putra, menambahkan pentingnya edukasi dan kampanye di wilayah rawan Karhutla. Ia menyoroti peran penting swasta dalam membentuk regu pemadam terlatih dan mendukung sarana prasarana sesuai standar pemerintah.

"Kami mengapresiasi keseriusan Asian Agri melalui Tim Fire yang sudah dibentuk, kerja sama dengan MPA, dan konsistensi dalam program DBA," paparnya.

Fire Assistant Asian Agri, Dani Nugraha Syafly, mengumumkan dua desa di Kabupaten Pelalawan, yaitu Desa Segati dan Desa Bagan Limau, berhasil menjaga wilayahnya tetap bebas dari kebakaran sepanjang tahun 2024 dan menerima penghargaan DBA.

"Sebagai bentuk apresiasi, desa-desa tersebut juga menerima insentif berupa perlengkapan pemadam, penguatan tim MPA, dan dukungan kesiapsiagaan lainnya," urainya.

Program DBA merupakan inisiatif Asian Agri untuk memberdayakan masyarakat menjaga wilayahnya dari kebakaran secara mandiri. Melalui edukasi, pelatihan, dan pendampingan, masyarakat dibentuk menjadi komunitas tanggap api yang berbasis kesadaran kolektif.

Untuk memperkuat keberlanjutan program, Asian Agri menandatangani MoU dengan desa-desa di wilayah operasional perusahaan. Kesepakatan ini mencakup pelatihan lanjutan, sistem pelaporan titik api berbasis komunitas, serta insentif berbasis kinerja bagi desa bebas api.

"MoU ini bertujuan menjadikan kerja sama lebih terstruktur dan berkelanjutan, serta membentuk ketangguhan komunitas menghadapi musim kering dan risiko lingkungan," jelas Dani.

Program DBA telah dilaksanakan sejak 2016 sebagai upaya kolaboratif antara perusahaan dan masyarakat sekitar. Asian Agri mengedepankan kebijakan tanpa bakar sejak 1994 dan bekerja sama dengan BPBD, Manggala Agni, Danramil, serta Kepolisian Sektor untuk memastikan pencegahan dilakukan secara terpadu.

Rangkaian acara ditutup dengan pemeriksaan peralatan pemadam milik Asian Agri oleh tim dari BPBD, Manggala Agni, dan Damkar Kabupaten Pelalawan. Kegiatan ini menjadi simbol komitmen perusahaan dalam kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran. ***