
TEMBILAHAN, GORIAU.COM - Kebakaran SMPN 1 Tembilahan, Indragiri Hilir (Inhil) pada Rabu (4/3/2015) malam tadi menghabiskan 1 ruang labor, 1 ruang drum band, 1 ruang BK dan 4 ruang belajar siswa kelas 7.
Berdasarkan keterangan dari saksi, yaitu Effendi (62) yang merupakan penjaga sekolah SMP tersebut kepada Polres Inhil bahwa diketahui api terlihat pertama kali sekitar pukul 19.00, dimana saat itu ia sedang mandi di rumahnya yang berada di belakang TKP.
''Kemudian ia melihat kepulan asap disertai api yang menyala diruang labor bagian atap , melihat api tersebut saksi langsung keluar rumah sambil berteriak meminta pertolongan kepada warga yang ada di sekitar TKP,'' jelas Kapolres Inhil, AKBP Suwoyo melalui PAUR Humas Polres Inhil, IPTU Warno kepada wartwan, Kamis (5/3/2015).
Mendengar teriakan dari Effendi, kemudian dikatakan Warno warga pun berkumpul dan bersama sama berupaya memadamkan api. Barulah tidak lama kemudian datang bantuan 4 unit mobil pemadam kebakaran dan 2 unit roda 3 milik BPBD Inhil untuk melakukan pemadaman.
''Api dapat dipadamkan sekira pukul 20.15 WIB, sementara kerugian belum bisa ditaksir,'' ujar Paur Humas.
Sementara itu, berdasarkan pantauan GoRiau.com di lapangan, bekas kebakaran tersebut telah dipasangi garis polisi, dan tidak ada terlihat aktifitas belajar mengajar di sekolah yang dipimpin Istri Sekdakab Inhil itu.
Karena tidak adanya pihak yang berada di sekolah tersebut, akhirnya GoRiau.com mengkonfirmasi kepada penjaga sekolah dimana sementara ini siswa yang ruang kelasnya terbakar tersebut melakukan aktifitas belajar.
''Mereka dipindahkan ke belakang dulu, ada di belakang kelas kosong. Hari ini memang cepat pulang, jadi tidak ada aktifitas belajar, karena guru-guru di sini pergi pesta anak Ibu Kepala Sekolah, jadi jam 10 udah bubaran sekolahnya,'' ujar penjaga sekolah itu menjelaskan.(ayu)