DURI - Sektor pertanian dibidang singkong kini mulai dilirik masyarakat yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) akibat efesiensi yang terjadi saat ini dari sejumlah perusahaan Minyak dan Gas (migas) yang terkena dampak anjloknya harga minyak mentah dipasar dunia.

Hal itu dikatakan oleh Mantan Camat Mandau, Hasan Basri MSi kepada GoRiau.com, Senin (23/5/2016). Mantan Aparatur Sipil Negara (ASN) ini sangat optimis bisa menjadikan singkong primadona na masyarakat Duri, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau ditengah anjloknya harga minyak mentah atau yang disebut-sebut 'Mutiara Hitam'.

"Saya ingin singkong menjadi salah satu primadona ekonomi di wilayah Riau. Ditambah lagi besok, Masyarakat Singkong Indonesia (MSI) kepengurusannya akan dilantik langsung oleh Ketua MSI Pusat, dr Thamrin," kata calon Ketua MSI Riau ini.

Menurutnya, masyarakat yang memilih bertani singkong tidak akan rugi dibandingkan bekerja sebagai buruh pabrik ataupun buruh kontraktor perusahaan migas. Pasalnya pengembangan singkong di negeri melayu ini memiliki prospek yang sangat bagus.

"Tahap awal untuk modal, masyarakat bisa memanfaatkan dana UED/K-SP. Dimana pengembalian modal bisa dilakukan setelah panen. Peluang pasarnya sangat besar, apalagi setiap tahun Indonesia mengimpor 2 juta ton Tapioka. Nah salah satu pangsa pasar yang ada di depan mata adalah PT Indah Kiat. Perusahaan bubur kertas itu membutuhkan 50 ribu ton tapioka impor setiap tahunnya," jelas Hasan Basri.

Hasan Basri mengaku sangat optimis akan menjadikan singkong primadona menggantikan Mutiara Hitam di Duri ini, karena sebelumnya ia sudah meninjau sejumlah lahan perkebunan ubi serta pabrik tapioka dan mocaf.

"Bupati Siak H Syamsuar saja tertarik dengan usaha sektor pertanian siangkong ini. Sehingga dia langsung mengumpulkan sejumlah kelompok tani, kades dan seluruh satker untuk memajukan usaha disektor ini," tutupnya. ***