
TEMBILAHAN – Musibah kebakaran hebat melanda kawasan padat penduduk di pesisir Riau. Api menghanguskan seratusan bangunan di kawasan Pasar Bom yang mencakup Jalan Pahlawan, Jalan Tengah, dan Jalan Tepi Laut, Kelurahan Pulau Kijang, Kecamatan Reteh, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Rabu (8/4/2026) siang.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 11.10 WIB ini mengakibatkan banyak warga kehilangan tempat tinggal. Data dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Inhil mencatat 112 unit bangunan terdampak, dengan rincian 80 rumah hangus rata dengan tanah, 7 unit rusak berat, dan 25 unit rusak ringan.
Meski tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, seorang warga bernama Mulyadi dilaporkan mengalami luka akibat tertimpa material seng saat berusaha menyelamatkan diri dari amukan api. Warga lainnya yang terdampak, seperti Ali, Subli, Naya, Firman, Nur Maini, dan Maspar, kini harus mencari tempat bernaung sementara setelah rumah mereka ludes terbakar.
Awal mula kejadian diketahui saat saksi mata, M Ndong (40), sedang minum kopi di warung milik Jenggot. Ia melihat kobaran api tiba-tiba membesar dari arah rumah warga bernama Iskandar. Kondisi cuaca yang terik dan embusan angin kencang membuat api dengan cepat merambat dari satu atap ke atap bangunan lain yang mayoritas terbuat dari material semipermanen.
"Api cepat sekali membesar, warga langsung berusaha memadamkan dengan alat seadanya. Tapi karena angin kencang, api menjalar ke rumah lainnya," urai M Ndong.
Kepanikan warga perlahan mereda setelah tim pemadam tiba di lokasi kejadian. Petugas pemadam kebakaran bahu-membahu bersama masyarakat setempat mencoba menjinakkan api agar tidak meluas ke area permukiman lain.
"Karena lokasi berada di wilayah pesisir, petugas memanfaatkan sumber air dari sungai terdekat dengan menggunakan mesin pompa," papar Kepala DPKP Inhil, Junaidi Ismail.
Berkat kerja keras tim gabungan, api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 14.00 WIB. Petugas terus bersiaga melakukan pendinginan hingga pukul 16.00 WIB guna memastikan tidak ada sisa bara api yang berpotensi menyala kembali.
Pihak kepolisian saat ini masih mendata total kerugian materi yang diderita para korban sekaligus menyelidiki penyebab pasti munculnya titik api. Polisi telah meminta keterangan dari sejumlah saksi di lokasi, termasuk Firman, Muzakir, dan Ridho.
"Mengenai total kerugian materi yang diderita para korban, kami belum bisa memberikan taksiran angka yang pasti," jelas Kasat Reskrim Polres Inhil, AKP Budi Winarko.
Kondisi duka yang menyelimuti warga pesisir Inhil ini memantik rasa simpati dari berbagai pihak. Tokoh nasional asal Riau, Idris Laena, menyampaikan keprihatinan mendalam atas musibah yang melanda kampung halamannya tersebut. Ia berharap pemerintah daerah segera memberikan penanganan darurat pascakebakaran agar masyarakat terdampak bisa segera pulih dan bangkit kembali. ***