TELUKKUANTAN - Masyarakat Kuantan Singingi (Kuansing) tengah berduka dengan terjadinya banjir sejak empat hari terakhir. Tidak sedikit kerugian yang diderita oleh masyarakat baik secara moril maupun materil.

Namun, hingga saat ini belum ada kepedulian dari Pemerintah Provinsi Riau dan Pemerintah Republik Indonesia. Kondisi ini sangat disesalkan oleh masyarakat dan iri melihat daerah lain seperti Kampar dan Rohil.

"Dua daerah itu mendapat perhatian wajar-wajar saja, sebab wakil rakyatnya di DPRD Riau sangat proaktif dalam menyuarakan ini, sehingga Pemprov Riau sangat tanggap," ujar Musliadi, Ketua Komisi A DPRD Kuansing kepada GoRiau.com, Kamis (11/2/2016) pagi di Telukkuantan.

Sementara itu, lanjut dia, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Riau dan DPR RI yang berada di senayan asal pemilihan Kuansing sama sekali tidak peduli dengan Kuansing.

"Kemana mereka? Kita tak pernah melihatnya sejak Pileg usai. Mereka akan datang lagi kalau sudah mau Pileg," ujar Musliadi.

Menurut Musliadi, seharusnya Anggota DPRD Riau dan DPR RI asal Kuansing harus lebih proaktif dalam mendesak pemerintah provinsi dan pemerintah pusat agar pengalokasian dana tanggap darurat sampai ke Kuansing.

"Jangan duduk manisa saja di kantor, jangan asik pelesiran ke eropa saja. Lihat dong masyarakat Kuansing. Kuansing juga butuh perhatian," ujar Musliadi.

Musliadi juga berharap agar bantuan yang diberikan tidak hanya berupa mie instan, melainkan beras. Sebab, bantuan berupa mie instan sangat tidak layak.

"Banjir ini sudah menjadi bencana nasional dan sudah seharusnya seluruh legislator di provinsi dan senayan tanggap," pungkas Musliadi.***