LANGKAT, GORIAU.COM - Kasus penculikan anak kembali terjadi, kali ini giliran Siti Faridah (12) warga Jl. Hasan Perak Paluh Medan, Desa Teluk Meku, Kec. Babalan, Langkat yang jadi korban. Terhitung sampai hari ini, sudah 23 hari putri semata wayang Asnah (58), seorang ibu rumah tangga itu hilang tanpa jejak.

Belakangan baru terungkap, ternyata murid kelas VI SD tersebut dibawa kabur ke Pekan Baru oleh Wawan (25), tetangga mereka. Takut terjadi sesuatu pada putri tercintanya, Selasa (26/3) siang, dengan berderai air mata Asnah memilih buat pengaduan ke Mapolsek Langkat.

Info yang dihimpun, Siti menghilang sejak Senin (4/3) sekira pukul 13.00 WIB. Sepulang sekolah, korban masih sempat pulang makan siang dan istirahat sejenak di rumah. Bahkan, saat itu korban masih sempat bercerita panjang lebar pada Asnah soal aktifitasnya di sekolah. “Dia bilang sama saya kalau setelah makan siang, dia mau pergi lagi ke sekolah, karena ada kegiatan tambahan yang harus diikuti. Setelah dapat ijin dari saya, dia pun pergi,” kenang Asnah terisak.

Sejak kembali ke sekolahnya, sampai malam hari Siti tak kunjung kembali pulang. “Ditunggu sampai malam dia nggak pulang-pulang juga, makannya kami khawatir dan sibuk mencarinya ke sekolah dan rumah teman-temannya. Tapi tak ada satupun yang tau di mana keberadaan anak kami,” beber Asnah berlinang air mata. Karena tak berhasil ditemukan, pihak keluarga korban makin panik. Bahkan, ditunggu berhari-hari, keberadaan Siti tak kunjung diketahui. Padahal, pihak keluarga dibantu kerabat dan warga sekitar sudah berusaha mencari ke mana-mana, tapi tak membuahkan hasil.

Disaat keluarga bingung, tiba-tiba seorang tetangga mengaku pernah melihat korban berada di salah satu rumah masih di kampung mereka bersama Wawan. “Katanya anak saya ada di rumah itu bersama Wawan, makanya saya langsung pergi ke sana untuk mencari, tapi sampai di sana saya tak juga menemukan Siti. Kata keluarga di rumah itu, Wawan juga sudah lama pergi dan nggak tau ke mana,” ucap Asnah yang ngaku kebingungan karena harus ke mana lagi harus mencari putrinya itu. Namun takdir sepertinya masih berpihak pada bocah malang itu, entah bagaimana ceritanya tiba-tiba Siti berhasil menelepon salah seorang tetangganya dan menjelaskan kalau saat ini berada di Pekanbaru bersama pelaku.

Ia berpesan agar keluarganya di rumah segera menjemputnya pulang karena ia tak tahan terus dipukuli. “Dia nelpon sama anak gadis tetangga saya, anak gadis itu yang bilang sama saya kalau tadi dia ditelepon anak saya, terus saya minta nomor telponnya dan gitu saya hubungi, anak saya yang ngangkat bilang kalau ia sedang berada di Pekanbaru bersama Wawan, dia minta dijemput pulang karena nggak tahan dipukuli,” jelas ibunya sambil mengaku kalau nomor telepon anaknya yang berhasil dihubungi sudah ia serahkan pada polisi. Asnah berharap polisi segera menemukan keberadaan Siti dan menangkap pelaku.

Disinggung apakah selama ini pelaku pernah minta uang padanya, Asnah ngaku tak pernah dihubungi pelaku. “Kalau pun dia minta tebusan, dari manalah kami dapat uang. Untuk ongkos menjemput ke Pekanbaru saja kami tak ada. Saya nggak kenal sama Wawan. Kami tau karena ada tetangga yang melihat Siti bersama dia,” tandas Asnah.

Kasat Reskrim Polres Langkat, AKP Rsoyid, saat dikonfirmasi mebenarkan adanya laporan warga kehilangan anaknya. Namun, Rosyid belum dapat memastikan hal itu penculikan. “Kita belum bisa sebutkan ini penculikan. Karena umumnya, penculikan itu meminta tebusan,” ucapnya.

“Tapi dalam kasus ini, pelaku belum ada minta tebusan. Dan menurut saya, atau kemungkinan besar si pelaku suka dengan korban. Nah, karena si korban masih kecil dan belum diizinkan orangtua, akhirnya pelaku mencari jalan pintas dengan membawa kabur korban. Tapi yang jelas, kita usahakan dalam waktu cepat untuk menjemput korban,” tegas Rosyid. (fjr)