PEKANBARU - Dipersimpangan lampu merah Kota Pekanbaru, seringkali terlihat anak-anak usia belia yang menawarkan dagangannya kepada pengendara, seperti tisu dan koran. Saat tim yustisi Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mengggelar razia gelandangan dan pengemis (Gepeng) beberapa waktu lalu, setidaknya ada sejumlah 16 anak-anak yang terjaring, dan itu belum jumlah totalnya di jalanan.

Menurut Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Kota Pekanbaru Widiyono Javawinthsa, fenomena anak-anak yang turun kejalanan ini adalah sebuah bentuk eksploitasi, yang dilakukan baik oleh orang tua sendiri, maupun oleh oknum tak bertanggung jawab lainnya.

Ia mengatakan, anak-anak tersebut dirampas haknya untuk menikmati masa kecil, dengan harus berpeluh mencari rupiah. Sayangnya, terkesan seperti tidak ada pihak yang terlalu peduli.

"Anak-anak ini masih punya hak untuk bermain dan mendapatkan perlindungan dari orang tua. Saya katakan ini eksploitasi, karena tidak mungkin anak kecil punya pikiran untuk mencari uang," ujarnya, Sabtu, (7/12/2019).

"Melihat fenomena anak yang berada di jalan dan terlantar, bagi kami ini adalah pembiaran, ketika hak-hak anak dirampas," paparnya.

Widi menjelaskan, ada berbagai motivasi yang membuat anak-anak itu dieksploitasi. Akan tetapi, apapun alasannya, keberadaan anak-anak di jalan dalam bentuk dieksploitasi adalah melanggar undang-undang.

"Motivasi paling banyak itu karena faktor ekonomi. Tetapi apapun alasannya, tidak layak anak-anak berada di jalan," tegasnya.

"Karena salah satu poin dalam undang-undang, adalah eksploitasi anak untuk kepentingan ekonomi itu tidak boleh," jelasnya.

Lebih lanjut, Widi mengungkapkan bahwa Pemko Pekanbaru melalui dinas-dinas terkait, harus mampu bekerja secara konsisten dan sistematis untuk menuntaskan permasalahan ini.

"Permasalahan anak jalanan dan Gepeng ini adalah hal yang berulang-ulang. Masing-masing dinas saya pikir sudah bekerja, memang butuh konsistensi semua pihak," terangnya.

"Ketika permasalahan ini tidak dilakukan secara konsisten dan sistematis, maka tidak akan maksimal," tuturnya.***