RENGAT, GORIAU.COM - Dukungan untuk Yopi Ariyanto memimpin DPD I Partai Golkar Riau pasca pemberhentian Indra Mukhlis Adnan oleh DPP Partai Golkar, terus mengalir. Bahkan Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Kabupaten Inhu menilai Yopi layak menjadi Ketua DPD I Golkar karena sesuai dengan perkembangan zaman dimana dibutuhkan kader muda, enerjik dan memiliki visi jauh ke depan.


Ketua Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Kabupaten Inhu, Gatot Subroto mengatakan sosok pemimpin Golkar ke depan harus berasal dari kader golkar yang masih muda. Pertimbangannya dengan semangat muda dan enerjik maka akan mampu membawa perubahan besar terhadap partai Golkar di Riau.


''Sosok Yopi Arianto sebagai bupati termuda tahun 2010, saya nilai layak dan tetap menjadi pilihan terbaik untuk memimpin Golkar Riau,'' ujarnya.


Menurutnya, kepemimpinan Yopi sebagai Bupati Inhu jelas melihatkan perubahan besar di Inhu, baik dari sisi pemerintahan yang semakin tertib administrasi hingga memperoleh penilaian baik dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) maupun terobosan luar biasa hingga sampai ke tingkat pedesaan.


''Ini tidak terlepas dari semangat muda seorang pemimpin, tongkat ekstafet harus diserahkan kepada genrasi muda,'' tandas pemimpin Ormas Golkar yang menggunakan atribut loreng kuning itu.


Sementara itu kader Golkar Inhu, Wisma Happy SE MM menilai, pemuda harus mengambil alih kepimpinan Golkar Riau sebab dengan kepemimpinan muda maka kemajuan Golkar akan lebih pesat lagi. ''Sosok muda yang saya nilai tepat memimpin Golkar Riau adalah Yopi Arianto, saya rasa dengan Golkar dipimpin oleh Yopi maka akan terjadi perubahan besar terhadap Golkar untuk lima tahun kedepan,'' ujar Happy.


Happy yang juga anggota DPRD Inhu ini optimis, DPD II Kabupaten Kota se-Riau sepakat jika pimpinan Golkar Riau ke depan dipegang oleh generasi muda yang enerjik. ''Terbukti bahwa Yopi membuat perubahan besar saat memimpin Kabupaten Inhu,'' ujarnya seraya mengatakan kalau Sosok Yopi saat ini merupakan bupati yang merakyat dan sering berbaur dengan masyarakat untuk mengambil aspirasi langsung dari masyarakat. (wsr)