MALANG JATIM, GORIAU.COM - Lemahnya penanganan kabut asap, pemerintah dinilai tidak serius, mahasiswa dari IKPMR, PPMK, yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Se-Malang Raya lakukan protes diacara Car Free Day (CFD), Minggu (11/10/2015).

Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Se- Malang Raya IKPMR dari Riau, Padang, Sulawesi, Surabaya, Kalimantan Barat, Kalimantan barat, Jambi, Palembang, Surabaya dan orda lainnya, menyayangkan tindakan pemerintah yang lamban dalam mengatasi bencana kabut asap.

Menurut mahasiswa, saat ini pemerintah belum sepenuh hati untuk mengatasi bencana kabut asap yang melanda Riau, Sumbar, Jambi, Sumsel dan Kalimantan yang sudah berlangsung dalam kurun walktu tiga bulan belakangan ini.

"Akibat kabut asap, banyak masyarakat terganggu, bahkan sampai meluas ke sektor ekonomi, pendidikan, dan yang terparah adalah timbulnya penyakit seperti ISPA dan radang paru-paru," ungkap Raja Tri Afisma selaku Korlap aksi.

Dalam aksinya kali ini mahasiswa juga melakukan penggalangan dana dan memajang 300 poster yang berisi kisah dampak asap yang terjadi di Riau, sumatra dan Kalimantan.

Aksi yang berlangsung damai ini juga menyediakan media/ tempat untuk penandatanganan petisi dengan tema "Melawan Bencana Kabut Asap".

Adapun isi petisi tersebut, salah satunya adalah mendesak pemerintah untuk memberikan bantuan kesehatan maksimal, bukan hanya seremonial.

Aksi Ratusan mahasiswa ini, juga mendapat apresiasi dari sejumlah pejalan kaki di jalan Ijen kota Malang, bahkan sebagian dari mereka, ikut menyumbang dana dan penandatangani petisi.

"Kita berharap pemerintah Provinsi supaya mendesak pemerintah pusat agar segera menyelesaikan penanganan bencana kabut asap yang melanda Riau, Jambi, Sumbar, Sumsel dan Kalimantan, bukan hanya sebagai pencitraan, tapi pemerintah segera menangkap dan memproses para pembakar lahan," ungkap Rahmat Linur, Panitia aksi dari IKPMR Riau.

Aksi mahasiswa ini, mendapatkan pengawalan ketat dari jajaran Polres Kota Malang.“Kita disini untuk mengawal berlangsungnya aksi, agar tidak terjadi hal hal yang tidak kita inginkan, alhamdulilah berlangsung damai dan tertib,” ujar Kapolresta Malang.(rls)