
PEKANBARU, GORIAU.COM - Kabut asap imbas dari kebakaran lahan dan hutan (Karlahut) di Sumatera kian parah, termasuk Provinsi Riau. Pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun Pekanbaru, Selasa (20/10/2015) sore, sebagian Riau sudah 'tenggelam' oleh asap.
Kepada BMKG Stasiun Pekanbaru, Sugarin menguraikan, asap semakin parah pada Selasa sore, dimana jarak pandang juga terus menurun. "Di Dumai jarak pandang akibat asap 1.000 meter, Rengat 800 meter, Pekanbaru 700 meter dan paling parah di Pelalawan dengan jarak pandang 400 meter," kata dia.
Pemicunya, tak lain dan tak bukan adalah kebakaran lahan dan hutan yang terjadi di Sumatera. Hasil pengamatan citra satelit Terra dan Aqua, Selasa sore menghitung ada 623 titik panas, yang 456 titik diantaranya berada di Sumatera Selatan, dan sisanya menyebar di enam provinsi lainnya, termasuk Riau.
"Bengkulu 19 titik panas, Jambi 67 titik panas, Lampung 23 titik panas, Sumbar enam titik panas, Bangka Belitung 28 titik panas, Riau 24 titik panas. Untuk Riau, 24 titik panas menyebar Meranti tiga titik panas, Inhu delapan titik panas dan Inhil 12 titik panas," lanjut Sugarin Selasa sore.
Kalau dilihat melalui satelit, tampak bahwa bagian bawah Sumatera sangat banyak terdapat tanda merah, sebagai keberadaan titik panas. Sedangkan pantauan GoRiau.com di Pekanbaru, kabut asap membuat suasana kota lebih cepat gelap, walau belum senja. Selain itu, asap juga berwarna orange.
"Kalau pagi terangnya lama, kalau sore gelapnya cepat. Pas ngecek jam tahu-tahunya masih pukul 17.00 WIB. Baju pun bau asap kalau lama-lama di luar (ruangan). Mata juga perih. Kalau pakai kacamata malah gelap, nggak pakai kacamata sakit. Pakai masker pengap, nggak pakai masker bisa mati kena asap," keluh warga Pekanbaru, Popy (25).
Selain menyengsarakan warga, kabut asap yang melanda Riau, khususnya Pekanbaru juga membuat aktivitas bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II lumpuh. Informasi yang dihimpun sampai Selasa sore, sudah 30 penerbangan di cancel oleh otoritas bandara, lantaran jarak pandang sangat pendek di runway. (had)