
SELATPANJANG - Aktivitas turun naik penumpang di Pelabuhan Tanjungharapan Selatpanjang, Kepulauan Meranti, Riau, masih menggunakan ponton lama. Pasalnya, pekerjaan penambahan ponton baru yang ditargetkan beroperasi Bulan Ramadan itu belum tuntas 100 persen.
Pantauan GoRiau, di Pelabuhan Tanjungharapan sedang dibangun tiang untuk ponton baru. Lokasinya sebelah kiri turun ke ponton lama (ponton lama sebelah kanan, red). Penambahan ponton ini sebelumnya ditargetkan bisa tuntas sehingga bisa digunakan saat puasa dan hari raya. Hal itu untuk mengurangi antrean bot saat merapat untuk turun dan menaikkan penumpang.
Namun, hingga saat ini target tersebut tidak tercapai. Ponton baru itu tak kunjung tiba di Selatpanjang.
Menanggapi hal ini, Kepala Pelindo I Cabang Selatpanjang Drs Lukman ketika dikonfirmasi GoRiau mengatakan pembangunan itu sedikit terkendala akibat dari rasionalisasi anggaran. Dimana, target untuk membangun satu paket (tiang sama ponton baru, red) tidak bisa terlaksana. Mereka hanya bisa membangun tiang untuk meletakkan ponton pada tahap awal ini.
"Pertama memang sekaligus satu paket, ponton dan tiang pancang. Namun anggaran berkurang, dari pada tidak dapat sama sekali, saya perjuangkan untuk dibangun tiang pancang terlebih dahulu," kata Lukman menjawab GoRiau, Sabtu (18/6/2016).
Lukman juga mengatakan, akibat dari rasionalisasi itu hingga saat ini ponton baru tak kunjung ada. Target sebagaimana diminta KSOP (beroperasi sebelum lebaran, red) tidak tercapai. Sebab, tambah Lukman juga, untuk membuat ponton baru memakan waktu sebulan hingga dua bulan.
"Yang jelas hanya menunggu waktu saja. Itu sudah kita perjuangkan. Kita targetkan tahun ini sudah tuntas," tambah Lukman.
Sementara ini, akibat ponton baru tidak kunjung tiba, aktivitas masih menggunakan ponton lama. Menurut Lukman juga, sebenarnya satu ponton itu sebenarnya sudah bisa mengatasi aktivitas turun naik penumpang dengan catatan mau tertib.
Sebab, itu sudah terjadi beberapa tahun yang lalu, dan bisa teratasi. Hanya saja, tambah Lukman, jika dua ponton bisa mempersingkat jam antre kapal kalau memang sedang banyak yang merapat.
"Kalau satu ponton tinggal pengaturannya saja. Seperti tahun-tahun lalu itu berjalan lancar. Hanya saja, dengan datangnya satu ponton lagi, bisa mengurangi kendala-kendala seperti waktu tunggunya singkat," jelas Lukman. ***