PEKANBARU – Polda Riau mencatat lonjakan signifikan pada angka gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di awal tahun 2026. Sepanjang Januari, total tindak kejahatan di Bumi Lancang Kuning menembus 1.632 kasus, meningkat 346 perkara atau naik 26,9 persen jika dibandingkan Desember 2025 yang berada di angka 1.286 kasus.

Kabid Humas Polda Riau, Pandra Arsyad mengatakan, tren kenaikan ini tersebar merata di hampir seluruh wilayah hukum Polda Riau. Peningkatan paling mencolok terjadi pada sektor peredaran gelap narkotika yang angkanya meroket tajam.

"Terjadi kenaikan gangguan kamtibmas pada Januari 2026 sebesar 346 kasus atau 26,9 persen dibandingkan Desember 2025," ujar Pandra, Rabu (4/2/2026).

Data kepolisian menunjukkan tindak pidana narkotika melonjak hingga 186,05 persen dengan total 246 kasus sepanjang Januari. Angka ini naik 140 kasus dibanding bulan sebelumnya, dengan titik pengungkapan tertinggi berada di wilayah hukum Polresta Pekanbaru, Polres Kampar, dan Polres Indragiri Hulu.

Tak hanya kriminalitas, angka kecelakaan lalu lintas juga ikut merangkak naik menjadi 282 kasus pada Januari, bertambah 23 kejadian dari bulan sebelumnya. Wilayah Pekanbaru dan Kampar masih mendominasi peta kerawanan kecelakaan di Riau.

Dari total 1.632 laporan kejahatan yang masuk, kepolisian baru menyelesaikan sekitar 431 perkara atau setara dengan tingkat penyelesaian 26,41 persen. Selain itu, dinamika sosial juga diwarnai dengan 12 aksi unjuk rasa serta ancaman karhutla yang telah menghanguskan 72,07 hektare lahan di berbagai titik panas (hotspot).

Menyikapi kondisi ini, Pandra menegaskan bahwa Polda Riau tidak akan tinggal diam. Strategi pengamanan akan diperkuat melalui patroli intensif di darat, udara, hingga perairan. Program-program unggulan seperti RAGA, RADAR, JALUR, dan Green Policing akan dioptimalkan demi menekan angka kriminalitas kembali ke titik aman.

"Polda Riau terus memperkuat patroli darat, udara, dan perairan serta mengoptimalkan berbagai program strategis guna menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif di seluruh wilayah Riau," pungkasnya. ***