PEKANBARU - Memasuki pertengahan triwulan ketiga, realisasi fisik Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Riau Tahun 2016 naik tipis menyentuh angka 58 persen dengan realisasi keuangan sebesar 34 persen.

Dibalik terseok-seoknya langkah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau dalam mengejar target serapan anggaran, ternyata ada sebanyak sepuluh dari 51 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang masuk dalam kategori lampu merah atau serapan terendah.

"Hasil evaluasi tadi menunjukkan bahwa perform kita sudah membaik. Baik mulai dari perkembangan persentase serapan keuangan maupun realisasi fisiknya. Ada 19 SKPD yang serapannya sudah diatas 44 persen. Sesuai dengan target," ungkap Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Riau, Ahmad Hijazi kepada GoRiau.com di ruang kerjanya, Selasa (30/8/2016).

Adapun sepuluh SKPD dengan kategori lampu merah tersebut, yakni Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Sumber Daya Air (Ciptada), Dinas ESDM, Dinas Perkebunan, RSUD Petala Bumi, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak), Dinas Perikanan dan Kelautan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Urusan kepala daerah dan wakil kepala daerah.

"Kita gunakan sistem manajerial motivator. Sehingga kita imbau supaya mereka menggenjot serapannya. Tujuan pemberian kategori ini pun untuk memotivasi SKPD lain untuk mengejar ketertinggalannya, " jelasnya. ***