TELUKKUANTAN - Generasi Kuantan Singingi (Kuansing), Riau diminta tidak lengah dengan dibukanya kran perdagangan bebas atau yang lebih dikenal dengan MEA. Jika lengah, maka akan menjadi tamu di negeri sendiri.

Hal ini disampaikan Ketua DPD KNPI Kuansing, Adam, SH, MH dalam berbagai kesempatan saat bersilaturahmi dengan masyarakat baru-baru ini.

"MEA itu menuntut agar setiap orang memiliki kemampuan. Jika tidak, maka mereka akan tereliminasi. Dampak buruk dari MEA ini, masyarakat luar bebas bekerja di daerah kita. Nah, bagaimana dengan kita? Apakah kita sanggup bersaing dengan mereka di daerah kita atau di di daerah mereka? Ini harus menjadi pemikiran kita bersama," ujar Adam.

Menurutnya, cara yang paling pas agar tetap menjadi tuan rumah di negeri sendiri, harus giat menuntut ilmu dan mengasah kemampuan.

"Apalagi saat ini, sekolah sudah digratiskan oleh pemerintah. Kalau ingin kuliah, perguruan tinggi sudah ada di Kuansing," ujar Adam. Dikatakannya, Kuansing sangat banyak menghasilkan tenaga pendidik. Bahkan, Universitas Riau (Unri) tidak terlepas dari Sumber Daya Manusia (SDM) Kuansing.

"Untuk itu, kepada orangtua diharapkan untuk menyekolahkan anaknya. Jika perlu, sampai ke jenjang paling tinggi. Ini semata-mata demi mereka dan masa depan Kuansing," ujar Anggota DPRD Kuansing yang baru saja meraih gelar magister di Unri.

Hal yang tak kalah penting menurut Adam adalah generasi muda Kuansing harus terbebas dari penyalahgunaan narkoba dan obat-obatan terlarang lainnya. "Narkoba itu menghancurkan cita-cita."

"Jika ada anak atau saudara kita yang kecanduan narkoba, sebaiknya segera dilaporkan ke BNNK Kuansing, supaya mendapat rehabilitasi," terang Adam.

Dikatakan Adam, untuk rehabilitasi di BNNK tidak dipungut biaya. Sebab, biayanya sudah ditanggung oleh negara. "Jadi, jangan takut. Lebih baik anak atau adik kita itu direhabilitasi, sehingga bisa sembuh," tutupnya.***