BENGKALIS, GORIAU.COM - Target Bengkalis untuk meraih Piala Adipura bisa terhambat karena ulah pedagang yang membuang sampah ke turap batu di Lapangan Pasir Andam Dewi, persisnya di dekat Pelabuhan Bandar Sri Laksamana Bengkalis. Bukan hanya dipenuhi sampah dan plastik bekas makanan, pedagang makanan juga membuang sisa makanan ke bebatuan tersebut.
Sebagai tempat rekreasi alternatif masyarakat Kota Bengkalis, selayaknya turap bebatuan besar yang dijadikan tempat nongkrong warga bebas dari sampah dan sisa makanan. Sayangnya sedikit sekali kepedulian warga dan pedagang yang menjaga turap tersebut agar terlihat tetap bersih.
''Kalau sore apalagi hari minggu kami memang rutin ke sini bersama anak-anak sambil menikmati laut atau kapal yang sedang sandar. Sayangnya sebagian masyarakat kurang peduli, mereka seenaknya membuah tempat makanan seperti plastik dan lainnya ke bebatuan ini,'' keluh Mazlina, Bengkalis, Minggu (28/4/2013).
Bukan hanya bekas makanan, ada juga pedagang makanan di lokasi tersebut dengan sengaja membuang sisa-sisa makanan di bebatuan tersebut sehingga terlihat kotor dan dipenuhi lalat. “Mestinya mereka bawa ember atau tempat sendiri, jadi sisa makanan tidak mereka buang ke bebatuan seperti ini. Tengoklah kotor dan penuh lalat. Tak nyaman kita mau duduk di sini,” imbuh Mazlina.
Selain memperbanyak tong sampah di lokasi tersebut, Mazlina juga berharap instansi atau satker yang mengelola taman Andam Dewi memasang papan himbauan di beberaap titik agar masyarakat atau pedagang tidak membuang sampah sembarangan.
Kepala Dinas Pasar dan Kebersihan melalui Kabid Kebersihan, Abdul Kadir dihubungi, Minggu (28/4/2014), turut menyesalkan ulah sebagian warga dan pedagang yang dengan semena-mena membuang sisa makanan di tepi laut.
“Saya sudah sering mengingatkan agar sama-sama menjaga kebersihan dan tidak membuang sisa mekanan semaunya saja. Secepatnya kita akan ingatkan dan tegur mereka. Kalau tetap ingin berjualan, mari sama-sama jaga kebersihan. Kalau tidak ya mungkin mereka kita minta cari lokasi lain,” pintanya. (jfk)