
PEKANBARU, GORIAU.COM - Razia identitas oleh Tim Yustisi kota Pekanbaru, Sabtu (25/7/2015), menjaring beberapa penumpang yang kedapatan tidak memiliki kartu tanda pengenal. Lucunya, sebagian mereka ada yang ngumpet di toilet, kabur dengan taksi bahkan ada yang minta diskon denda.
Sejumlah penumpang bus yang tidak kantongi identitas diri terlihat panik saat petugas dari Satpol PP kota Pekanbaru, Dishub dan Disdukcapil melakukan penyisiran di terminal Payung Sekaki. Untuk menghindari razia, ada penumpang yang kabur ke toilet terminal. Setelah dipaksa keluar, keduanya mengaku kabur karena takut tertangkap lantaran tidak punya KTP.
Bahkan adapula yang langsung kabur naik taksi begitu melihat petugas tiba. Lucunya lagi, ada penumpang yang minta korting uang denda senilai Rp50 ribu, dengan alasan sudah tidak punya duit lagi. "Uang cuma ada Rp30 ribu, apa bisa bayar Rp20 ribu? Soalnya Rp10 lagi buat naik angkot," kata salahseorang penumpang bus asal Medan kepada petugas pendata.
Dalam razia identitas ini, tercatat ada sekitar 25 orang penumpang yang diberi sangsi denda sebesar Rp50 ribu karena tidak punya KTP dan 85 orang lainnya diberi sangsi peringatan. Selain itu mereka juga diharuskan mengisi formulir perjanjian bahwa akan segera mengurus KTP Pekanbaru.
"Bagi pendatang baru yang niatnya berdomisili dan mencari pekerjaan di Pekanbaru, kita beri toleransi maksimal satu minggu. Apabila tidak kunjung mendapat pekerjaan sangsinya adalah dipulangkan ke kota asalnya. Selain itu bagi yang mencari pekerjaan, wajib melaporkan tempat domisili baik itu saudara, kerabat atau rekanya," sebut Kasatpol PP Kota Pekanbaru, Zulfami Adrian kepada GoRiau.com, usai razia, Sabtu (25/7/2015) siang.
Sedangkan pendatang baru yang mencari kerja namun sudah mempunyai identitas dari kota asalnya, wajib ada pihak penanggungjawab dan melaporkan alamat domisili di kota Pekanbaru. "Jika dalam satu minggu tak kunjung bekerja, maka kami akan memulangkan kedaerah asal, karena sudah dianggap pengangguran," tegasnya.
"Untuk seminggu kedepan memang kita fokuskan ke pendatang baru yang menumpang kendaraan umum seperti bus, pesawat, dan kapal. Tapi nanti setelah itu ada beberapa titik yang akan kita razia seperti persimpangan jalan protokol dan kos-kosan," pungkasnya. (dnl)