BENGKALIS - Setelah 9 bulan bekerja sejak dibentuk Februari 2016, Panitia Khusus (Pansus) Proyek Multiyears (MY) DPRD Bengkalis merencanakan paripurna laporan kerja pada awal Desember 2016 mendatang. Pansus menengarai kelima proyek prestisius yang menelan anggaran mencapai Rp2 triliun tersebut bermasalah.

Baca Juga: Inilah Paket Proyek Multiyears Bengkalis Senilai Rp2,4 Triliun

Wakil Ketua Pansus MY, Irmi Syakip Arsalan dikonfirmasiterkait hasil kerja Pansus yang sudah berlangsung sekitar sembilanbulan, mengaku kalau Pansus segera akan memparipurnakan atau melaporkanhasil kerja mereka melalui rapat paripurna pada awal Desember 2016.

“Kita sudah bekerja semaksimal mungkin terkait penelusuran lima dari enam proyek yang direalisasikan kegiatan fisiknya di lapangan. Rencananya awal Desember sudah bisadiparipurnakan,” ujar Irmi Syakip.

Menurut politisi Partai Kebangkitan Bangsa ini, Pansus menengarai adapermasalahan dalam proyek MY. Persoalannya tidak hanya padakualitas fisik proyek di lapangan, tetapi juga dari perencanaan yangtidak matang, karena pansus menemukan adanya contract change order(CCO) yang berubah-berubah pada setiap kegiatan.

Baca Juga: Penyidik KPK Turun ke Bengkalis

Selain itu kata Irmi Syakip, persoalan kulitas pekerjaan juga menjadisorotan. Seperti proyek jalan lingkar di Pulau Rupat, jalan lingkarDuri Barat dan Timur, Bukitbatu-Siak Kecil serta jalan lingkar PulauBengkalis. Seperti jalan lingkar Pulau Bengkalis yang fisiknya diklaimselesai 100 persen, pansus menilai ada persoalan bobot dan kualitasyang menjadi catatan.

Baca Juga: Mantan Kadis PU Bengkalis Diperiksa KPK

“Intinya, kelima proyek MY yang menyedot dana triliunan itubelum dapat termanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat. Kalaupunada kegiatan yang realisasi fisiknya sudah melebihi 50 persen, tapimasyarakat pengguna jalan masih mengeluh dari sisi kualitas sepertijalan lingkar Pulau Rupat,” ujar Ketua KNPI KabupatenBengkalis ini.

Sementara itu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah mulai melakukan penyelidikanterhadap proyek MY jalan lingkar Pulau Rupat. Sejumlah pihak mulai dari sub kontraktor, perusahaan pemenang lelang serta PPTK sudah dipanggil penyidik KPK ke Mapolres Bengkalis, termasuk mantan Kadis PU HMN.

Apresiasi

Langkah awal penyelidikan yang dilakukan KPK mendapat apresiasi dari masyarakat di Bengkalis. Kalangan masyarakat meminta KPK mengusut tuntas kelima proyek MY, tidak hanya jalan lingkar Pulau Rupat.

‘’Turunnya penyidik KPK patut kita apresiasi sambil berharap proses penyelidikan terus dilakukan sampai tuntas, apakah ada temua kerugian Negara atau tidak. Apalagi informasi yang sudah menyebarluas, KPK sudah memeriksa Pengguna Anggaran (PA), Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), kontraktor dan sub Kontraktor jalan lingkar Pulau Rupat,’’ ungkap Firman, Minggu (12/11/2016).

‘’Harapan kita KPK mengusut tuntas semua paket MY itu. Kita percaya KPK dapat mengurai benang kusut di proyek tersebut, termasuk adanya dugaan praktik KKN,’’ ujar Firman. *** #BENGKALIS