PEKANBARU - Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTA) tengah mengevaluasi cabang-cabang perlombaan dalam Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) yang dilaksanakan di Provinsi Riau. Pasalnya, muncul dugaan kuat hampir seluruh kabupaten/kota menggunakan peserta impor pada cabang-cabang tertentu.

"Saya belum dapat laporan pastinya. Tetapi memang ada laporan yang menyebutkan beberapa cabang perlombaan yang menggunakan peserta dari luar. Kebanyakan itu cabang-cabang yang tidak dimiliki Riau," ungkap Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Provinsi Riau, Ahmad Syah Harrofie kepada GoRiau.com di Pekanbaru, Rabu (12/10/2016).

Salah satu cabang yang dimaksud Ahmad Syah, yakni cabang tafsir quran yang hampir seratus persen menggunakan peserta 'rentalan'.

Menindaklanjuti dugaan kecurangan tersebut, pihaknya saat ini masih melakukan rapat bersama dewan pengawas. Tujuannya, untuk membahas apakah cabang tafsir quran tetap akan dipertandingkan atau ditiadakan. Bisa juga sebaliknya dengan mencari solusi bagaimana mencetak peserta tafsir quran unggulan dari anak-anak asli Riau.

"Kalau tidak ada pesertanya, untuk apa kita perlombakan. Ini sedang kita rapatkan," tuturnya. ***