PANGKALAN KERINCI -Di Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, titik panas (hotspot) terpantau meningkat jika dibandingkan hari sebelumnya.

Pantauan Badan Meteorologi Klematologi dan Geofisika (BMKG) Provinsi Riau, sebanyak 8 titik panas terpantau, Selasa (23/3/2021).

Jumlah titik panas meningkat. Hari sebelumnya di Kabupaten Pelalawan hanya terpantau sebanyak 6 titik panas.

"Iya, kemarin 6 titik panas. Sekarang 8 titik panas yang terpantau di Pelalawan," kata Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pelalawan, H Abu Bakar, kepada GoRiau.com.

Sebelumnya disampaikan, kondisi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kelurahan Teluk Meranti, Kecamatan Teluk Meranti sudah padam. Hanya saja masih terlihat gumpalan asap yang terlihat dari tanah gambut. Hawa panas masih terasa di lokasi kebaran.

"Upaya penyiraman air atau pendinginan sedang dilakukan, api di lokasi sudah tak terlihat lagi. Mudahan api tak muncul lagi," harapnya.

Disebutkan Abu Bakar, upaya pemadaman kebakaran lahan di Kelurahan Teluk Meranti ini melibatkan personel gabungan dari BPBD, Satpol PP Damkar, TNI, Polri, Manggala Agni dan masyarakat.

"Selain operasi pemadaman dari darat, juga dari udara. Kita juga dibantu dua unit helikopter water bombing Satgas Udara Karhutla Riau," sebutnya.

Abu Bakar mengungkapkan, kebakaran lahan gambut di Teluk Meranti ini cukup luas. Lahan yang terbakar berupa semak belukar dan juga ada tanaman sawit, meski tidak banyak.

"Kalau kemarin saja lahan yang terbakar itu kurang lebih sudah 10 hektare, bisa dipastikan lebih luas lagi lahan gambut yang terbakar," pungkasnya.***