
TEMBILAHAN- Delapan paket proyek Dana Alokasi Khusus (DAK) APBN tahun 2016 yang sudah ditayangkan di lpse.inhilkab.go.id, mendadak raib dari website LPSE Pemkab Indragiri Hilir, Riau tersebut pada tanggal 29 April 2016 lalu.
Total anggaran delapan paket proyek DAK yang hilang dari website LPSE Inhil tersebut mencapai Rp186,64 miliar. Berikut ini nama-nama paket proyek dan jumlah anggarannya:1. Peningkatan ruas jalan Sungai Teritip-Sungai Guntung /DAK-AFFIRMASI/ APBN Rp3,01 miliar.
2. Peningkatan ruas jalan Kota Baru-Sanglar STA 00+700-03+020 /paket B Rp16,25 miliar.
3. Peningkatan jalan Sanglar-Pulau Kijang/paket C Rp31,84 miliar.
4. Peningkatan jalan Sungai Piring -Teluk Pantaian/paket 3/ Rp37,71 miliar.
5. Peningkatan jalan Sungai Dusun-Sungai Piring/paket 2/ Rp18,67 miliar.
6. Peningkatan jalan Sungai Luar-Sungai Dusun/paket 1/ Rp32,36 miliar.
7. Peningkatan jalan Teluk Pantaian-Teluk Pinang /paket4/ Rp22,11 miliar.
8. Peningkatan jalan menuju Bandara Tempuling/ DAK -IPD/APBN/ Rp24,69 miliar.
Penyempurnaan Persyaratan
Kepala Bagian Humas Setdakab Inhil Nursal Sulaiman, ketika dikonfirmasi beberapa hari lalu, mengatakan, delapan paket tersebut ditarik dari website LPSE untuk keperluan penyempurnaan persyaratan.
''Saya sudah konfirmasi ke ULP, jadi itu bukan hilang, tapi ada penyempurnaan persyaratan,'' sebut Nursal melalui pesan singkatnya.
Nursal menambahkan, ada persyaratan yang belum terlengkapi, sehingga paket tersebut terpaksa ditarik kembali.
''Disempurnakan dulu, nanti baru ditayangkan kembali,'' ujarnya lagi.
Terkait hilangnya delapan paket proyek DAK di website LPSE tersebut, anggota Banggar (Badan Anggaran) DPRD Inhil Edi Gunawan, mengatakan, DPRD akan memanggil pihak-pihak terkait untuk meminta penjelasan.
''Apakah karena adanya surat edaran Menteri Keuangan nomor SE 10/MK.07 tahun 2016 tentang pengurangan pemotongan DAK (Dana Alokasi Khusus) fisik secara mandiri sebesar 10 persen. Sehingga delapan paket itu perlu dirasinalosasi kembali terhadap anggarannya,'' sebut politisi Partai Kebangkitan Bangsa itu.
Namun waktu pemanggilan, menunggu arahan dari Ketua DPRD Inhil. ''Tergantung pimpinan nanti. Yang jelas, adanya pemotongan DAK fisik dan kurang bayar dana perimbangan tahun 2015 oleh pusat serta Silpa yang tidak tercapai tentunya akan memberikan dampak terhadap program kegiatan pada APBD 2016,'' tukas Edi Gunawan.ayu, san