
PEKANBARU – Sebanyak 70 kejadian kebakaran telah melanda Kota Pekanbaru terhitung sejak Januari hingga menjelang akhir April 2026. Tingginya angka musibah yang menghanguskan permukiman warga hingga gedung perkantoran ini memicu peringatan darurat dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) setempat.
Catatan puluhan insiden tersebut menjadi bukti nyata bahwa ancaman si jago merah mengintai setiap saat dan tidak bisa dianggap remeh. Kepala DPKP Kota Pekanbaru, Zarman Candra, mengingatkan masyarakat agar tidak lengah terhadap potensi pemicu api di lingkungan tempat tinggal.
"Total sampai saat ini, sekitar 70 kejadian kebakaran berlangsung selama empat bulan ini," ujar Kepala DPKP Kota Pekanbaru, Zarman Candra, Sabtu (25/4/2026).
Berdasarkan temuan di lapangan, mayoritas amukan api mematikan ini bermula dari kelalaian teknis yang kerap diabaikan penghuni. Pemicu utama yang paling mendominasi adalah korsleting atau arus pendek listrik, disusul oleh insiden ledakan kompor gas yang dibiarkan menyala.
"Kondisi ini mesti kita ambil langkah antisipasi, dengan memastikan instalasi listrik beroperasi dengan baik. Jangan lupa mematikan kompor gas," jelasnya.
Selain mengimbau peningkatan kewaspadaan, pihak pemadam juga menyoroti pentingnya keahlian warga dalam melakukan pemadaman awal. Tindakan responsif dengan alat seadanya di menit-menit pertama sangat vital untuk mencegah kobaran api merembet luas ke bangunan lain.
Langkah mitigasi mandiri ini tidak hanya menyelamatkan harta benda, tetapi juga krusial dalam mencegah jatuhnya korban luka maupun korban jiwa sebelum armada pemadam tiba di lokasi.
"Kami juga mengimbau masyarakat untuk bisa memadamkan api sejak awal, sembari menanti petugas datang ke lokasi kejadian," urainya.
Apabila berhadapan dengan situasi darurat kebakaran yang mulai tidak terkendali, masyarakat diminta untuk tidak panik. Bantuan armada pemadam dapat segera diluncurkan dengan menghubungi layanan panggilan darurat Tim Reaksi Cepat (TRC) Pekanbaru Aman 112. ***