JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dimintai klarifikasi oleh polisi terkait kerumunan di acara Habib Rizieq Syihab. Sudah 6 jam permintaan klarifikasi berlangsung dan hingga pukul 15.40 WIB, Anies Baswedan belum keluar dari ruang pemeriksaan.

Anies Baswedan tiba di Polda Metro Jaya pada pukul 09.40 WIB tadi. Hingga berita ini dibuat pukul 15.40 WIB, Anies Baswedan belum juga keluar dari ruang penyidik.

"Saya menerima undangan klarifikasi tertanggal 15 November 2020 yang saya terima kemarin 16 November, sampai di kantor pukul 14.00 WIB siang, mengundang saya untuk memberikan klarifikasi pada tanggal 17 (November) jam 10.00 WIB," kata Anies Baswedan kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (17/11/2020) pagi tadi.

Anies Baswedan mengaku hadir sebagai warga negara yang baik. "Jadi hari ini saya datang sebagai warga negara untuk memenuhi undangan dari Polda. Itu saja," ucap Anies Baswedan.

Total ada 10 orang yang diminta klarifikasi hari ini. Siapa saja? Simak di halaman berikutnya.

Dalam kesempatan terpisah, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menyampaikan hari ini ada 10 orang yang diminta klarifikasi soal kegiatan HRS itu. Namun, dari 10 orang yang diundang itu, hanya 9 orang yang dimintai klarifikasi, termasuk Anies Baswedan.

"Dari 10 ini, kita protokol kesehatan kita lakukan uji swab antigen. Satu orang Lurah dari Petamburan positif atau reaktif dan sekarang kita rujuk ke Rumah Sakit Kramat Jati, karena saat di-swab antigen yang bersangkutan reaktif positif. Jadi 9 ini sementara masih dilakukan klarifikasi," kata Yusri.

Selain Anies Baswedan, yang hadir dalam undangan klarifikasi itu ada Wali Kota Jakarta Pusat Bayu Marghantara, Kepala Biro Hukum, Kepala KUA Tanah Abang, camat hingga RW/RT. Juga ada Satpol PP dan Bhabinkamtibmas.

Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat mengatakan, selain 10 orang tersebut, pihaknya akan meminta klarifikasi terhadap panitia penyelenggara, tamu undangan, dan saksi nikah putri Habib Rizieq. Mereka akan diperiksa pada Rabu (18/10) besok.

Adapun Tubagus menyampaikan pemeriksaan terhadap pihak Pemprov DKI Jakarta hari ini dikhususkan untuk mengetahui status Jakarta saat ini.

"Kita memang dua hari ini (hari ini dan besok) mengalokasikan untuk hari ini penyelenggara pemerintahan untuk menentukan status Jakarta dan berikut dasar hukumnya. Untuk meyakinkan Jakarta berstatus apa dan dasar hukumnya," tandasnya.***